BLANGKEJEREN – Petani jagung Kabupaten Gayo Lues yang menanam benih bantuan dari Kementerian Pertanian akhir tahun 2021 lalu banyak yang mengalami kerugian. Rata-rata hasil yang didapat petani turun 50 persen dari hasil benih jagung yang dibeli di pasaran.

Ungkapan rugi dan kesal dengan benih jagung bantuan itu diposting petani di media sosial.

Penyaluran 75 ton benih jagung merk Pioner 35 dengan luas 5.000 hektare program kerja sama antara BNN dengan Kementan untuk mendukung Program Grand Design Alternative Development (GDAD) akhir tahun 2021 lalu itu juga sempat menuai masalah. Saat disalurkan Dinas Pertanian Gayo Lues kepada 188 kelompok tani yang ada di 10 kecamatan ada yang protes, karena ada kejanggalan dalam kemasan hingga masyarakat curiga benih jagung bantuan itu sudah kadaluarsa.

Namun, pihak penyedia barang benih jagung P35 dari CV Mulia Abadi atas nama Surono didampingi Dinas Pertanian Gayo Lues dan Kabid Dinas Pertanian Aceh saat itu mengaku sudah melakukan uji lab terhadap benih jagung tersebut dan semuanya sesuai Juknis dan aturan. Kini hasilnya petani rugi akibat menanam bibit bantuan yang diduga kadaluarsa itu.

Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Said Bahtiar, Rabu, 6 April 2022, mengatakan sudah mendengar informasi banyak petani jagung yang menanam benih bantuan tersebut mengalami rugi, termasuk salah satunya adalah Pegawai Dinas Pertanian Gayo Lues.

“Bibit tumbuh bagus walaupun ada sebagian yang tidak tumbuh. Kalau produksinya rata-rata turun 50 persen dari biasanya, tidak sama dengan bibit yang dibeli. Bibit P35 ini sangat ringan, itu laporan yang kami terima dari petani,” kata Said Bahtiar saat ditemui portalsatu.com/ di kantor Dinas Pertanian.

Said Bahtiar mengaku, Kabid Penyuluh Dinas Pertanian Gayo Lues sempat meghubungi pihak perusahaan penyedia benih terkait tanggung jawabnya atas benih yang disalurkan kepada kelompok tani di Gayo Lues itu, tetapi tidak dapat tersambung.

“Solusi kedepannya, petani Gayo Lues meminta kepada Pemerintah memberikan bantuan benih dan bibit yang berkualitas, serta yang cocok dengan cuaca Gayo Lues, supaya tidak rugi lagi,” kata Kadis Pertanian.[]