TAPAKTUAN – Akibat tanggul penahan patah sebanyak dua rumah warga dijalan T Den Mahmud roboh diterjang gelombang pasang. Genangan air itu turut bercampur limbah Rumah Sakit yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

Geuchik Gampong Gunung Kerambil, Syarifuddin, kepada Portalsatu.com mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 2 juni 2016  sekitar pukul 03:30 dini hari.

“Sedikitnya ada tiga rumah yang diterjang gelombang pasang, namun yang terparah hanya dua rumah, kedua rumah itu bahkan dinding dapurnya sudah hancur,” ujarnya.

Ia mengaku, gelombang pasang yang menghancurkan rumah warga itu diakibatkan tanggul karung yang berisi pasir jaraknya sangat dekat dengan pemukiman warga.

“Mungkin tumpukan karung pasir itu tidak sanggup menahan besarnya arus gelombang yang menerjang,” katanya.

Hingga kini korban sudah mengungsi di rumah kerabatnya, di lokasi itu juga sudah disediakan tenda yang menampung barangnya untuk sementara. Bantuan juga sudah mulai berdatangan dari BNPB dan Dinas Sosial Kota Aceh Selatan,” kata Ssyarifuddin.

Dia menambahkan, akibat kejadian ini masyarakat sekitar sudah mulai mengeluh, pasalnya gelombang pasang yang menggenangi halaman rumah warga itu  bercampur limbah Rumah Sakit Yulidim Away.

“Air genangan itu juga menimbulkan bau,” katanya.

Menurut dia, selama ini pihak rumah sakit memang membuang limbah dengan saluran yang melewati tanggul dekat rumah warga, sehingga ketika air pasang naik, limbah tersebut turut terbawa ke pemukiman warga,” kata Syarifuddin.

Dia berharap pemerintah serius memperhatikan pemukiman penduduk tersebut, karena kondisinya sudah memperihatinkan. Ditambah lagi ketika tanggul rusak, air pasang yang bercampur limbah rumah sakit itu sudah pasti akan menggenangi halaman rumah warga,” kata Syarifuddin.[]