Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaTebing Jalan Lintas...

Tebing Jalan Lintas Subulussalam-Medan Rawan Runtuh

SUBULUSSALAM – Wilayah Kota Subulussalam dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir dilanda hujan sedang dan lebat serta angin kencang. Jalan nasional Subulussalam menuju Medan melintasi kawasan pegunungan sehingga berpotensi terjadinya longsor. Karena itu masyarakat diminta waspada saat melewati jalur tersebut.

Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria dalam siaran pers yang dikirim kepada portalsatu.com, Senin 17 Oktober 2016 menyebutkan Subulussalam salah satu daerah di wilayah Pantai Barat Selatan yang berpotensi dilanda angin kencang, hujan sedang dan lebat.

Beberapa daerah lainnya seperti Aceh Selatan, Singkil, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Pidie dan Pidie Jaya, Aceh Jaya, Pulo Aceh, Banda Aceh dan Sabang juga berpotensi dilanda hujan lebat, angin kencang disertai petir.

Zakaria mengatakan kondisi ini disebabkan beberapa pola gangguan cuaca dari hasil analisis menunjukkan terbentuknya pola daerah tekanan rendah di Teluk Benggala, belokan angin di Selat Malaka dan daerah pertemuan angin di perairan Andaman.

Faktor lain seperti terjadinya kelembaban udara yang tinggi di sebagian besar wilayah Aceh sehingga bertahannya Siklon Tropis ‘Sarika’ sebelah Barat Philipina dan tumbuhnya siklon tropis ‘Halma’ di Samudera Pasifik Timur Philipina.

Beberapa pola gangguan tropis ini sangat mendukung proses pertumbuhan awan-awan konvektif serta memperkuat periode angin baratan (esterly wave) di wilayah Aceh. Hal ini menyebabkan terjadinya hujan sedang, lebat dan angin kencang, petir serta potensi naiknya gelombang laut 2-3 meter.

“Dengan kondisi seperti ini, maka  kepada masyarakat, nelayan dan penyedia jasa transportasi agar selalu waspada,” kata Zakaria.[]

Laporan Sudirman

Baca juga: