Sebelum ini ada diberitakan bahwasanya Pak Aminullah Usman mengatakan ingin memperluas wilayah kota Banda Aceh. Saya sebagai penduduk Kota Banda Aceh, berpikir, untuk apa, Pak?

Sepertinya, kalau kita memiliki konsep yang benar dan ingin menjadikan Banda Aceh yang gemilang, maka luas wilayah sekarang ini bahkan sudah terlalu besar.

 Saya sarankan, yang sudah ada ini kita urus dulu, Pak. Masa 5 tahun itu lebih kerja dengan luas yang ada.

Misalnya, kita perlu parit jalan yang bersih dan anti banjir, butuh daya listrik normal, kebersihan kota, antisipasi macet, ketersediaan dan kemudahan lapangan usaha dan kerjasama bagi yang belum ada, harga barang stabil, membersihkan kota dari peminta minta dan pengamen, mengantisipasi pendatang pencari kerja dari Aceh dan luar, keamanan lingkungan, tersedianya ruang untuk pejalan kaki dan sepeda di seluruh jalan raya kota. dan lainnya sebagainya. 

Selain itu, misalnya tentang wisata. Masih banyak sumber wisata sejarah dan religi yang ada di Banda Aceh yang belum dimanfaatkan. Untuk memperbaiki itu saja butuh waktu sekira dua tahun kerja serius dan menelan belanja ratusan milyar.

Masih banyak data dan kekayaan warisan peradaban yang gemilang tentang Banda Aceh yang belum dimanfaatkan, bahkan sebagian besar belum lagi pun digali.

Sepertinya, sepanjang 5 tahun itu, Bapak akan cukup sibuk jika benar-benar ingin mengurus kota sebesar ini. Mengapa berpikir memperluasnya sementara yang sebesar ini saja cukup sulit kita buat menjadi kota teladan di dunia.

Maka, alangkah baiknya jika kita berusaha keras membuat penduduk dan wilayah yang telah ada ini menjadi masyarakat dan kota teladan di dunia, dalam segala bidang.

Satu lagi, slogan gemilang itu ide yang bagus, dan slogan pemimpin periode lalu, sebaiknya juga dipertahankan sehingga Banda Aceh menjadi kota Madani yang sebenarnya sehinga Gemilang kembali.[]

Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan dan politik.