SIGLI – Setelah mencuat berita dugaan kutipan uang pelatihan sebesar Rp300 ribu/guru sertifikasi di lingkungan Dinas Pendidikan Pidie, Direktur Lembaga Pendidikan Buana Eduka School Clinic (BESC), Asmudi, angkat bicara.
Asmudi kepada portalsatu.com/, Kamis, 2 Februari 2023, menjelaskan terkait rencana kegiatan seminar untuk para guru SD bersertifikasi di Pidie, pihaknya berkomunikasi dengan Mutiawati, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan (GTP) Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie.
“Awalnya, lembaga menawarkan program seminar kepada guru bersertifikasi. Karena mereka yang sudah sertifikasi diwajibkan pengembangan diri. Kita selama ini komunikasi dengan Buk Mutia (Mutiawati),” kata Asmudi.
Menurut Asmudi, pengumpulan dana untuk kegiatan itu dari calon peserta (guru), dilakukan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Soal jumlah peserta dan total dana terkumpul, Asmudi mengaku tidak tahu, karena dirinya tidak kenal kepala sekolah dan tak pernah berkomunikasi.
Asmudi menyebut proses pengumpulan dana dari calon peserta seminar itu oleh K3S tentunya sudah melewati tahapan musyawarah. Lalu, kepala sekolah meneruskan kepada guru yang mungkin adanya salah tafsir sehingga timbul berita dugaan kutipan.
Dia menyebutkan seminar direncanakan selama tiga hari, 6 hingga 8 Februari 2023, agar hasilnya maksimal bagi peserta. Sedangkan pemateri dari Direktorat terkait di Kementerian Pendidikan RI, dan pemateri lokal dari PGRI, Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Kepolisian, Kejaksaan, Ikatan Guru Indonesia (IGI), dan pihak DPRK yang membindangi pendidikan.
“Jadi, biaya yang dikumpulkan untuk honor pemateri dan bahan buku kepada peserta agar setelah seminar ada hasil untuk bahan pengembangan,” ujar Asmudi.
Sebelumnya diberitakan, para guru sekolah dasar (SD) yang sudah sertifikasi di Pidie diduga diminta menyetor uang Rp300 ribu/orang kepada Dinas Pendidikan melalui K3S sebagai biaya pelatihan yang digelar sebuah lembaga.
Permintaan menyetor uang tersebut disampaikan melalui pesan WhatsApp yang diterima para guru. “Diberitahukan kepada guru yang sertifikasi tanpa terkecuali, tanggal 6 Februari 2023, ada pelatihan sehari dan dipungut dana 300 ribu perguru dan wajib ikut. Dana sudah harus terkumpul ke K3S sebelum tanggal tersebut,” bunyi pesan WA yang diterima para guru.
Baca: Dugaan Kutipan Biaya Pelatihan Guru di Pidie, Ini Kata Disdik.[](Zamahsari)





Pengembangan diri yang tidak ada manfaat nya, masih banyak pengembangan diri yang bisa guru lakukan dengan webinar yang di sediakan oleh pemerintah melalui platform merdeka mengajar, gartis lagi, ngapain bayar mahal segitu…
PLATFORM MERDEKA VS PLATFORM PENJAJAH
SIAPA PENJAJAH ?
Kamoe di pidie jaya ka lheuh dipengeut dan di ancamdgn pelatihannya 300… Awak dinas ancam kepsek, kepsekancam guru,
Kamoe di pidie jaya ka lheuh dipengeut dan di ancamdgn pelatihannya 300… Awak dinas ancam kepsek, kepsek ancam guru,
Semangat utk Syedara kamoe di pidie.. kamao dipidie jaya ka lheu dizalimi dgn kegiatan 300 nyan.
Malahan utk gaji sertifikasi tidak jelas pemotongan nya… Harok harok droegeuh oknum dinas koh peng sertifikasi.
SEMOGA TIDAK TERULANG LAGI MEMBUAT PELATIHAN /SEMINAR DENGAN DANA PRIBADI GURU DENGAN ALASAN SERTIFIKAT SEBAGAI BAHAN PENCAIRAN SERTFIKASI.
Apa alasan sehingga lembaga ini yg menjadi pelaksana kegiatan? Apakah lembaga ini sudah ada sertifikasi BAN utk mengadakan kegiatan tsb. Trus apa hubungan kejaksaan dan kepolisian di acara pengembangan diri guru?apakah guru ada yg korupsi?
Halo Pak Nadiem Makarim.. Platform belajar anda tidak di gunakan dgn semestinya oleh pihak pejabat terkait.
Seminar pendidikan berkedok pemerasan guru…. Sudah sukses dilakukan di Pidie Jaya sekarang beralih ke Pidie. Lawan segera wahai saudaraku, kita sudah lakukan pengembangan diri melalui MGMP secara mandiri dan melalui platform merdeka mengajar.
Ohh ternyata di Pidie jaya sudah berhasil di buat kegiatannya. Kasian benar. Guru guru nya di kutip duit utk acara yg ga ada gunanya. Cuma berguna buat panitia bisa foya foya dengan duit keringat guru. Udah tahun 2023 tapi masih budaya isap keringat guru. Pantas pendidikan di wilayah tsb tertinggal jauh. Yg lulus masuk unsyiah pun siswanya cm itungan jari.
Coba pak polisi. Kpk. Ombudsman di periksa kegiatan pelatihan tsb. Dana nya mengalir kepada siapa saja.. Kasian benar sodara sodara cik gu di Pidie jaya