BANDA ACEH – Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia (FKMTHI) mengecam segala aksi terorisme dan kekerasaan dengan mengatasnamakan apapun.
Kami menyampaikan pernyataan sikap dan mengimbau kepada segenap mahasiswa, khususnya mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia untuk menjaga ketenangan masyarakat terkait aksi Bom Sarinah (Thamrin-red) dengan memosting hal-hal yang positif di media sosial, tidak menyebarkan isu-isu terkait Bom Sarinah (Thamrin) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena hanya akan membuat masyarakat panik, dan berdoa untuk keamanan NKRI, kata Sekjend FKMTHI, Enok Dhaniyatulghoni, melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Jumat, 15 Januari 2016.
Selain itu, pihaknya juga menolak Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR). Organisasi ini dinilai telah meresahkan masyarakat dengan menghilangnya beberapa warga dan mahasiswa yang diduga bergabung dengan kelompok tersebut.
Pihak FKMTHI juga mengimbau Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HIMAPRODI) di seluruh Indonesia untuk mengawasi kegiatan mahasiswa yang bersifat indoktrinasi radikalisme dan organisasi terduga sesat. Mereka juga diminta untuk mengadakan kajian-kajian antiradikalisme dan kajian keislaman secara kaffah untuk membendung dan membentengi paham-paham menyimpang yang berkedokkan Alquran dan Hadis.
Kami juga mengimbau kepada seluruh pimpinan universitas dan SMA/MA untuk mengawasi seluruh dosen atau guru agar tidak memberikan pemahaman menyimpang. Bekalilah dosen atau guru dengan keilmuan dan keislaman yang benar, yaitu Islam yang penuh kasih sayang dan rahmatan lil alamin serta menindak secara tegas dosen atau guru yang mengajarkan kebencian dan kekerasan terhadap golongan tertentu. Kami mendukung langkah cepat, tepat dan tanggap dari pemerintah dalam mengatasi segala aksi terorisme dan organisasi-organisasi sesat atau terduga sesat lainnya, ujar Enok Dhaniyatulghoni.[](tyb)

