SIGLI – Kualitas hasil pengaspalan Jalan Gampong Keunire – Gampong Lampoh Lada, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, patut dipertanyakan. Pasalnya, proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pidie itu diduga hanya dikerjakan sekitar 32 meter dengan anggaran sekitar Rp100 juta.

Pantauan portalsatu.com/ di lapangan, proyek yang dikerjakan pengujung tahun anggaran 2022 tersebut, pengaspalan hanya dilakukan di atas oprit jembatan sekitar 20 meter. Ada lubang di ujung oprit tidak tertutup.

Selain di atas jembatan, ada dua titik lainnya masing-masing panjangnya sekitar empat meter yang sebelumnya berlubang, sudah ditutup aspal. Sedangkan dua titik lagi hanya ditimbun dengan base dan kerikil.

Pengaspalan dan timbunan kerikil pada empat titik lubang yang tujuan untuk menutup lubang, dikhawatir akan menimbulkan lubang baru. Karena pengaspalannya terlampau tinggi, hingga tergenang air jika turun hujan.

Salah seorang warga Lampoh Lada, Bang Is, kepada portalsatu.com/, Kamis, 9 Februari 2023, mengatakan aspal terlalu tinggi dilakukan sehingga airnya tergenang pada ujung aspal. Warga mengkhawatirkan akan timbul lubang baru pada badan jalan.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Pidie, Risnandar, ketika dikonfirmasi pekan lalu, mengatakan proyek tersebut dikerjakan sepanjang 36 meter dengan lebar 4,5 meter. Adapun lokasinya di ruas Jalan Gampong Keunire – Stadion Kuta Asan, Gampong Lampoh Lada.

"Proyek itu dikerjakan akhir tahun 2022, dengan nilai kontrak Rp99,6 juta. Pengaspalan hotmit sebanyak 22 ton," ujarnya.

Risnandar mengakui ada titik yang agak tinggi dikerjakan sehingga terjadi genangan air pinggiran aspal. Namun, terkait itu dirinya sudah minta kepada rekanan untuk memperbaiki kembali.

"Memang, jalan itu seharusnya dikerjakan seluruhnya, namun karena keterbatasan anggaran daerah, kita rehab titik parah saja agar arus transportasi warga lancar," ujar Risnandar.[](Zamahsari)