BANDA ACEH – Tim BNNP Aceh kembali berhasil meringkus sindikat sabu yang ditengarai memiliki jaringan internasional pada 27 November 2016 lalu, di Aceh Utara. Dari tangan mereka petugas mengamankan 17 Kg sabu yang sudah terbungkus rapi.
“Ini sudah masuk jaringan internasional, dan perlu diketahui bahwa sabu-sabu semua berasal dari Cina termasuk yang ditangkap ini, ucap Kepala BNNP Aceh, Armensyah Thai dalam konferensi pers di kantor BNNP Aceh, Kamis, 1 Desember 2016.
Dalam temuan tersebut ada sembilan paket sabu yang dibungkus rapi layaknya teh hijau cina. Bungkusan tersebut pun diberi merek 'Teh Guanyinwang' padahal isinya sabu siap edar.
Tak hanya itu, ada juga 3 bungkus sabu yang dimasukkan dalam plastik bening, dan 5 bungkus lainnya dipaket dalam bungkusan alumunium foil berwarna silver. Semua itu ditemukan saat tim BNNP Aceh menyergap AM dan F di halaman Masjid Raya Geudong Pasee.
Temuan sabu tersebut ternyata terbesar selama tahun 2016. Armen mengaku dalam tahun ini pihaknya hanya mengamankan sabu dalam jumlah kecil dan jumlahnya pun per gram.
“Sebelumnya itu banyak kami amankan dan hanya berjumlah per-gram, sedangkan di akhir tahun ini kita dapat mengamankan 17 Kg,” kata dia.[]


