BANDA ACEH Tersangka utama penembakan terhadap dua warga Desa Peunaron, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, dilaporkan telah menyerahkan diri ke Kodam Iskandar Muda (IM). Pihak Kodam IM kemudian menyerahkan tersangka bersama barang bukti senjata api kepada Polda Aceh.
Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com dari pihak Kodam IM, Sabtu, 1 April 2017, tersangka utama itu Abdullah Ilyas alias Landak menyerahkan diri ke Markas Detasemen Intelijen Kodam (Denintel Dam), Kamis, 30 Maret 2017.
Penyerahkan dirinya langsung diterima oleh Komandan Detasemen Intelijen Letnan Kolonel Arh Donny Indiawan beserta barang bukti kejahatan 1 pucuk Senpi type M16 A1, demikian keterangan pihak Kodam IM.
Pihak Kodam IM menjelaskan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Abdullah Ilyas alias Landak dan barang bukti sepucuk senjata api M16 A1 diserahkan oleh Dandenintel Dam IM Letkol Arh. Donny Indiawan disaksikan Asintel Dam IM Kolonel Inf. Hendriyadi ke Polda Aceh yang diterima Wadir Reskrimum AKBP Wawan Setiawan.
Dijelaskan pula, Kodam IM sesuai dengan fungsi dan peran serta tugas pokoknya melaksanakan pembinaan teritorial di wilayah Aceh. Peran aktif seluruh jajaran Kodam IM dimulai dari tingkat Kodam dengan Pemerintah Aceh, Korem, Kodim pada tingkat kabupaten/kota, tingkat Koramil/kecamatan sampai tingkat Babinsa di desa bersama masyarakatnya dalam melaksanakan komunikasi sosial secara berjenjang. Serta pendekatan langsung kepada masyarakat oleh Babinsa dalam pendampingan kegiatan yang dilakukan diw ilayah binaannya.
Menurut pihak Kodam IM, kegiatan tersebut dapat langsung dirasakan masyarakat seperti kenyamanan, keamanan dan kedamaian yang terjadi pada saat sebelum, selama dan setelah pelaksanaan pilkada beberapa waktu lalu. Terlihat pilkada berjalan aman, damai termasuk permasalahan Kamtibmas yang intensitasnya kecil.
Disebutkan, hal tersebut juga dilaksanakan anggota Denintel Dam IM dengan melaksanakan penggalangan secara intensif serta pendekatan secara persuasif selama dua minggu setelah penembakan terhadap dua warga Peunaron yang mengakibatkan dua warga luka parah, 5 Maret lalu. Akhirnya tersangka utama, Abdullah Ilyas alias Landak menyerahkan diri ke markas Deninteldam IM.[] (rel)



