LHOKSEUMAWE – Pimpinan Dayah Mujahidin Lhokseumawe, Tgk Muslim Attahiry, menyayangkan sikap aparat penegak hukum (polisi) yang semestinya mengayomi masyarakat malah melakukan tidakan anarkis secara berjamaah (beberapa oknum) memukul warga yang sedang menghadiri zikir di Islamic Center depan Selat Malaka, Cunda, Malaka, Lhokseumawe, 31/12/16).
Muslim yang juga Ketua FPI DPD Aceh, mengatakan, maksud dan tujuan warga baik, mereka menyibukkan diri dengan hal positif sebagai upaya pencegahan melakukan kagiatan yang melanggar norma-norma agama dan negara berupa mabuk-mabukan, hura-hura, dan kegiatan lain yang identik dengan agama tertentu.
“Menurut pengakuan warga digebuki, warga dipukuli di kepala, dinjak-injak, diborgol, kemudian dibawa ke Mapolres setempat tanpa alasan yang jelas,” katanya, dalam siaran pers Jubir FPI Aceh, Mustafa Husen.
Muslim mengatakan, warga yang dibawa ke Mapolres adalah Muhajir, Zakaria, Muhammad Reza, Muhammad Rijal, Mukhtir, Faisal, dan Agus.
“Siang itu pukul 15.00 WIB semua dibebaskan, kecuali Mukhtir. Insiden ini sangat kami sayangkan kenapa mereka dipukul dan dikeroyok seperti teroris. Kalau mereka bersalah kenapa tidak ditangkap diproses sesuai SOP polisi, bukan main hakim sendiri,” tutupnya.[] (*sar)


