BANDA ACEH – Sekretaris Tuha Peuet/Tuha Lapan Partai Aceh, Tgk. Zulkarnaini Bin Hamzah akrab disapa Tgk Ni, meminta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan perguruan tinggi untuk memasukkan sejarah Aceh ke dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi.
Hal tersebut dikatakan Tgk. Ni dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Partai Aceh (PA) periode 2018-2023, Selasa, 10 April 2018, malam, di Amel Convention Hall, Banda Aceh.
“Generasi tua Aceh yang peduli akan sejarah Aceh kini sedikit, dengan itu generasi-generasi muda yang punya kewenangan dalam merancang perubahan untuk Aceh, terus memperjuangkan dan melakukan penyelamatan terhadap sejarah Aceh. Sudah seharusnya sekarang di sekolah dasar hingga fakultas, sejarah Aceh sudah mudah ditemui untuk menambah wawasan yang bermanfaat bagi generasi masa depan generasi Aceh, buat qanun tentang itu,” kata Tgk Ni.
Dalam kesempatan itu ia mengajak anggota Partai Aceh kembali mempedulikan masyarakat, membina persatuan, dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Aceh.
“Perjalanan untuk sampai kepada perdamaian seperti ini telah dilalui dengan pengorbanan yang besar dan harus menempuh rintangan beragam, berat, dan sulit,” kata Tgk Ni yang juga Ketua Komite Muallimin Aceh (KMA) dari struktur KPA (Komite Peralihan Aceh).
Ketua Komite Muallimin Aceh itu juga mengatakan, Partai Aceh adalah satu-satunya partai yang lahir setelah melalui perjuangan yang berat. Dengan itu ia berharap kepada pelaku politik dari Partai Aceh berfokus dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat dan sejarah Aceh.
“Partai Aceh adalah satu satunya partai rakyat yang lahir setelah perjuangan rakyat dalam menuntut keadilan pada pemerintah,” kata Tgk. Ni.
Pelantikan para pengurus PA 2018-2023 tersebut dilakukan Ketua Tuha Peuet Partai Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haytar, yang juga Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh.
Acara tersebut dihadiri seribuan orang yang terdiri dari seluruh petinggi PA dari 23 kabupaten/kota atau 17 Wilayah administrasi KPA (Komite Peralihan Aceh). Hadir pula Wakill Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Farid Wajdi, Forkominda Aceh, para petinggi parnas dan parlok, dan para jurnalis dari berbagai media. Acara ini ditutup pembacaan doa oleh Abu Paya Pasi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebelum pelantikan pada malamnya, pengurus Partai Aceh terlebih mengadakan do’a bersama dan santunan anak yatim di makam Tgk Chik di Tiro di Meurheu, Indrapuri, Aceh Besar, pada sore harinya.[]
Penulis: Jamaluddin




