Oleh: Muhammad Rain
Membayangkan perang yang berkecamuk di Aleppo-Suria, Aceh sangat paham bagaimana kondisi anak-anak dan para wanita di negeri para nabi lahir tersebut. Sejarah perang Aceh yang berlangsung puluhan tahun lamanya menjadi tanda bukti tidak terbantahkan betapa bayangan perang tidak lain adalah menyiakan akal pikiran sebagai bangsa manusia yang tidak dipakai, hanya semata untuk tujuan kekuasaan dan penghancuran nilai peri kemanusiaan itu sendiri.
Penyair Din Saja juga penyair Sulaiman Juned yang penulis temui Jumat sore (13 Mei 2016) dalam kaitan next even Aceh-Aleppo untuk tujuan penggalangan donasi bantuan bagi korban kemanusiaan Siria menyampaikan berbagai keprihatinan. Peristiwa perang Siria harus segera dihentikan, apapun alasan dan upaya bantahan terhadap penghentian perang sangat tidak sepatutnya dilayangkan oleh mana pun pihak di Siria sana akibat telah mengenyampingkan nurani dan kebenaran.
Di sela-sela diskusi dan rembuk pendapat berkenaan peristiwa perang Aleppo yang telah kian memanas, beberapa pihak telah menyepakati agar Aceh melalui para penyairnya akan menyelenggarakan malam pembacaan sajak-sajak kemanusiaan untuk Aleppo bertempat di Museum Aceh-Banda Aceh yang direncanakan berlangsung pada Jumat, 20 Mei 2016 tepat pukul 20:00 WIB s.d. Selesai.
Panitia yang terdiri dari beragam latar organisasi sosial kemasyarakatan baik lembaga pemerintah maupun swasta mengundang semua masyarakat Aceh untuk turut menjadi saksi derap langkah nyata Aceh untuk membantu anak-anak dan para wanita korban perang Aleppo-Siria.
Upaya donasi untuk korban perang sebagai aksi solidaritas kemanusiaan Aceh untuk Aleppo dikelola secara bertanggung jawab melalui lembaga Rumah Zakat Aceh. Din Saja juga menyampaikan informasi terkait pembacaan sajak tematik Namaku Malu karya beliau yang diserempakkan pada malam yang sama sebagai dua even dalam satu penyelenggaraan.
Demikian dahsyatnya media nasional maupun internasional dibungkam terhadap pembantaian sebuah bangsa di tanah merdeka Siria harus sama-sama dilawan, karena sebentuk keprihatinan sebagai manusia di jaman penuh ambisi kekuasaan mengatasnamakan apa saja adalah suatu kenaifan yang menjungkalkan arti kemaslahatan umat manusia di alam raya.
Aleppo adalah sebuah wilayah di negeri Siria yang menyimpan berbagai situs dan peradaban serta kebudayaan bagi bangsa mereka. Sulaiman Juned mengaku sangat terenyuh mendengar negeri Aleppo yang pernah beliau kunjungi dahulu itu begitu indah dan menawan hati kini telah diamuk badai perang saudara. Sikap dan keprihatinan penyair kandidat doktor dari ISI Surakarta ini dengan spontan menyepakati upaya para pelaku sastra dari Aceh untuk mengadakan malam penggalangan dana kemanusiaan bagi Aleppo-Siria.
Di sela-sela diskusi bersama para penggiat kesenian Aceh, muncul pula ide untuk mengelola penerbitan buku Antologi Penyair Indonesia untuk Korban Perang Aleppo-Siria. Berbagai pihak di luar Aceh sudah menyampaikan keprihatinan yang sama juga sebagai bentuk kerja kemanusiaan bagi Suria, mereka para penyair nasional segera pula mengirim sajak-sajak yang akan dikumpulkan untuk rencana yang sedang digodok matang oleh para pesastra di Indonesia sebagai wujud solidaritas untuk Suria.
Antologi Penyair Indonesia untuk Suria ini selanjutnya akan diterbitkan oleh FAM Publising yang dikelola oleh Muhammad Subhan dari Padang.
Penanda telah munculnya perlawanan terhadap kejaliman perang yang mengorbankan nyawa puluhan ribu anak-anak dan para wanita di Suria bagi segenap bangsa di manapun adalah upaya yang patut mendapat sokongan dan dukungan nyata. Perilaku biadab dan anti keadilan yang tidak menghargai nyawa manusia harus disuarakan dengan berbagai bentuk perlawanan.
Aceh mengambil inisiatif menyatakan ketidaksetujuan bagi pihak-pihak yang bertikai di Aloppo-Suria melalui malam penggalangan dana oleh para pejuang kemanusiaan di mana pun mereka berada. Jika berkesempatan hadir silakan datang dan menyumbang, Begitulah ajakan Din Saja yang disampaikan kepada penulis untuk diteruskan kepada siapa pun.
Beberapa persiapan akan terus mendukung upaya terselenggaranya malam penggalangan dana kemanusiaan untuk Aloppo-Suria tersebut. Berbagai pihak dapat menyampaikan masukan dan dukungan bagi kesuksesan acara yang direncanakan turut dihadiri berbagai tokoh pemimpin di Aceh. Sepatutnya semua penyumbang diberikan kesempatan untuk berbagi sebagian rejeki yang dimiliki bagi korban perang. Sebagai tanda empati dan rasa solidaritas, Aceh secara serempak akan melaksanakan doa bersama bagi para korban.[]
*Muhammad Rain (Muhrain), penyair promotor Kota Puisi.<!–EndFragment–>


