BANDA ACEH – Calon Wakil Walikota Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengajak semua pihak melakukan kampanye sehat serta menghindari fitnah. Ajakan tersebut disampaikan pasangan nomor urut satu itu saat closing statement pada debat kandidat calon Walikota-Wakil Walikota Banda Aceh periode 2017-2022 yang berlangsung di Hermes Pallace, Banda Aceh, Selasa, 24 Januari 2017 malam.
Farid juga meminta agar tidak ada pihak yang berupaya menjadi hakim baru dengan mengeluarkan fatwa haram memilih perempuan. Padahal pihak Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh tidak pernah mengeluarkan fatwa demikian.
Dalam fatwanya, kata Farid, MPU bahkan mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang adil, jujur dan amanah. Menurutnya dalam fatwa tersebut juga sama sekali tidak disebutkan harus laki-laki dan mengharamkan perempuan.
Tidak disebutkan harus laki-laki atau perempuan, tapi yang komitmen menjalankan syariat Islam, kata Farid.
Sementara itu, calon Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, pada closing statemen mengajak warga kota Banda Aceh untuk meluruskan niat dan membulatkan tekat berjuang melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW.
Mari kita lanjutkan perjuangan Rasulullah SAW, kita membangun peradaban yaitu melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Kami mengajak semua kita untuk bersatu padu, kita boleh berbeda tapi pilihannya tetap nomor satu, katanya.
Pada kesempatan itu, calon Walikota Banda Aceh, Illiza, menambahkan apa yang sudah dibangun pihaknya selama ini akan terus ditingkatkan lagi. Dia mencontohkan, seperti meningkatkan kapasitas masyarakat, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas perempuan serta perhatian terhadap kelompok disabilitas.
Allah akan meridhai perjuangan ini jika benar-benar kita meluruskan niat tersebut. Dan dengan segala kerendahan hati bersama Farid Nyak Umar untuk mewaqafkan diri menjadi khadimul ummah melayani warga kota Banda Aceh, katanya.
Illiza juga memaparkan sejumlah pencapaian selama memimpin kota Banda Aceh, seperi IPM Banda Aceh yang merupakan terbaik kedua di Indonesia. Kemudian, kata dia, Musrena kota Banda Aceh telah mendapatkan apreasiasi di tingkat nasional dan internasional.
Selain itu juga ada pendidikan diniyah untuk membentengi generasi Banda Aceh dari pendangkalan akidah, selanjutnya kunjungan wisatawan mancanegara yang terus meningkat ke Banda Aceh.
Illiza-Farid juga menawarkan program unggulan seperti menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan, pendidikan gratis tanpa pungutan, raskin tanpa biaya apapun, kunjungan dokter spesialis kepada fakir uzur dan lansia.
Program lainnya adalah job fair secara berkala, mendirikan koperasi berbasis komunitas, membangun pusat kreativitas anak muda dan beasiswa bagi atlet berprestasi.[]




