BANDA ACEH Mawardi Ali mengharapkan tidak ada lagi kotak warna atau kelompok demi membangun Aceh Besar. Pernyataan ini disampaikannya mengingat Saifuddin Yahya (Pakcek)-Juanda Jamal dikenal sebagai pasangan merah saat melaju dalam bursa Pilkada 2017 di Aceh Besar.
Sekarang tidak ada lagi putih, tidak ada lagi merah, yang ada merah-putih. Bersatu kita semua untuk membangun Aceh Besar tercinta. Sudah tidak ada lagi kotak-kotak, kata Mawardi Ali saat jumpa pers di Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan, Banda Aceh, Kamis, 16 Februari 2017.
Mawardi Ali yang berpasangan dengan Husaini A Wahab menganggap telah memperoleh suara terbanyak di pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar. Berdasarkan catatan tim putih, pasangan ini meraup 110.391 suara atau 57,12 persen hasil pemilihan.
Dalam kesempatan tersebut, Mawardi juga berencana untuk merangkul dan menggunakan program-program berkualitas yang dicanangkan lawan politik untuk membangun Aceh Besar. “Ya, artinya kita bekerja sama. Mereka berdua juga adalah calon tokoh-tokoh Aceh Besar, putra terbaik Aceh Besar dua-duanya. Inshaa Allah, ada. Kita sesudah ini harus merangkul. Istilahnya kita rangkul secara bersama, kita ajak untuk membangun Aceh Besar ini, kata Mawardi.
Politisi PAN ini mengakui kesulitan membangun sebuah daerah jika tetap memiliki faksi-faksi dalam masyarakatnya. Apalagi jika masyarakatnya terkotak-kotak atau ada kelompok-kelompok yang akhirnya membuat kesenjangan politik dan sosial.
Tidak ada daerah yang bisa membangun kalau daerah itu tetap ada faksi-faksi, ada kotak-kotak, ada kelompok-kelompok. Kita inginkan Aceh Besar satu, mari kita bangun secara bersama-sama. Kami juga dengan wakil saya, Wali Husaini, juga manusia biasa yang juga memiliki banyak kekurangan, ujarnya lagi.
Saat ditanya pendapatnya mengenai tuntutan pemekaran beberapa gampong di Aceh Besar yang ingin bergabung ke Banda Aceh, Mawardi mengatakan, “Kita tidak bicara batas administrasi antara Aceh Besar dengan Banda Aceh ya, yang ada kerja sama secara terintegrasi dari berbagai aspek. Baik aspek ekonomi, aspek sosial, aspek keamanan, dan aspek-aspek ini kita berharap bisa bekerja sama. Dan kalau bisa, Aceh Besar dengan Banda Aceh dan Sabang (menjadi) sebuah daerah yang terintegrasi, kata Mawardi Ali.
Dia juga berpendapat kalau tiga kabupaten/kota tersebut layak menjadi ibukota Aceh.
Kita jadikan ibu kota, kalau memang merasa sempit, kita bangun infrastruktur secara integrasi. Jadi tidak perlu kita ributkan persoalan-persoalan batas administrasi, katanya lagi.[]

