Sabtu, Juli 13, 2024

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...

Atlet Popda Gayo Lues...

BLANGKEJEREN - Pertandingan POPDA ACEH ke-XVII yang sedang berlangsung saat ini menjadi perhatian...
BerandaTiga Anak Punk...

Tiga Anak Punk ‘Disulap’ Jadi Santri

BANDA ACEH – Tiga anak punk terjaring razia patroli Tim Penyakit Masyarakat (Pekat) Polsek Kuta Alam, pada Kamis dini hari, 8 Juni 2017. Mereka sementara ditempatkan di Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh untuk mendapatkan bimbingan.

Kapolsek Kuta Alam AKP Syukrif kepada portalsatu.com mengatakan, ketiga anak punk tersebut masing-masing bernama Surya Parisma warga Kajhu, Doni Wahyudi asal Kutacane dan Ihksandi warga Darusaalam

“Mereka ini akan kita bina di Polsek, mereka akan tinggal di Polsek dalam kurun waktu satu minggu,” kata Syukrif, saat ditemui di salah satu warung kopi pada Kamis malam, 9 Juni 2017.

Adapun tujuan dilakukan pembinaan kepada ketiga anak punk tersebut dikatakan Syukrif, agar mereka dapat menjadi manusia yang benar-benar manusia.

“Kita inginkan mereka nantinya bisa berubah menjadi manusia yang berguna serta taat beragama,” katanya.

Saat dijumpai portalsatu.com, ketiga anak punk tersebut terlihat memakai baju koko, bersarung dan peci. Mereka terlihat tak ubahnya seperti santri di pondok-pondok pesantren.

Mereka baru saja selesai mengikuti salat Isya, Taraweh, dan pembinaan siraman rohani bersama Kapolsek AKP Syukrif di Masjid Al Makarrahmah Gampong Mulia, Kuta Alam.

Baju koko yang mereka kenakan merupakan sumbangan dari Wakapolresta Banda Aceh. Selain itu, potongan rambut mohawk yang menjadi ciri khas mereka kini sudah terpangkas rapi.

“Sesuai arahan pimpinan agar mereka diberikan pembinaan. Walaupun tidak sepenuhnya mereka bisa berubah, tapi kita tetap berusaha,” jelas Syukrif.

“Setelah kita ajak mereka memilih baju koko, sarung, dan peci. Kita bawa mereka ke tempat pangkas untuk memotong rambut agar lebih rapi. Setelah itu kita suruh mandi bersih untuk hilangkan hadas, lalu kita bawa ke masjid untuk beribadah,” jelasnya lagi.

Salah seorang anak punk yang bernama Doni mengungkapkan rasa senangnya mengikuti pembinaan tersebut.

“Ya senang, kita dibina di sini sama bapak,” kata Doni.

Rencananya, Kapolsek Kuta Alam akan menjadikan mereka ikon selama seminggu dan dibawa ke beberapa masjid yang ada di Kuta Alam untuk mengikuti kegiatan keagamaan dan diperkenalkan kepada masyarakat.

Setelah berincang-bincang dengan portalsatu.com, AKP Syukrif kemudian membawa mereka kembali ke masjid untuk mengikuti tadarus Alquran.[]

Baca juga: