KUTACANE – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara membentuk Tim Safari Ramadan dalam upaya meningkatkan syiar Islam dan mempererat silaturrahim dengan masyarakat di daerah setempat.

Pembentukan tim tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Aceh Tenggara Nomor: 400/55/2024 tentang penunjukan panitia dan penetapan tim Safari Ramadan.

"Pemkab Agara bentuk delapan tim Safari Ramadan, delapan kelompok yakni Tim Delapan yang diketuai saya sendiri selalu Pj. Sekda Agara," kata Yusrizal, Selasa, 2 April 2024.

Menurut Yusrizal, Tim Safari Ramadhan tersebut juga menyantuni anak yatim dan farkir miskin yang dikunjungi di dua lokasi. Yakni, Selasa, 2 April 2024, di Masjid Al-Muttaqin Desa Bukit Bintang Indah, Kecamatan Leuser, dan Rabu, 3 April 2024, di Masjid Al Rahmah Desa Batu Mbekhong, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara.

Pj. Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal menjelaskan Tim Safari Ramadan akan melaksanakan shalat Magrib dan Isya berjamaah dilanjutkan shalat Tarawih serta ceramah Ramadan di masjid yang dikunjungi.

"Kali ini kami menempuh jarak pertama Safari Ramadan dengan jarak tempuh dari Kutacane 50 km, 1 jam 30 menit", ungkapnya.

Yusrizal menjelaskan pada Safari Ramadan ini juga akan dilakukan penyaluran bantuan bagi 2.100 anak yatim serta pemberian bantuan kemakmuran bagi 16 masjid senilai Rp7,5 juta terdiri dari Rp3,5 juta bersumber dari APBK Aceh Tenggara dan Rp4 juta dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Aceh Syariah Cabang Kutacane.

Selain itu, pemberian santunan kepada 4.375 warga yang masuk kriteria empat asnab yakni fakir, miskin, fisabilillah, dan gharimin masing-masing akan menerima bantuan Rp500 ribu perorang bersumber dari Baitul Mal Aceh Tenggara.

"Berharap dengan kegiatan tersebut dapat meningkatkan syiar Islam dan memperkuat silaturahim masyarakat dengan Pemerintah Daerah setempat," ucapnya.

Pantauan portalsatu.com/, hadir Tim Delapan Safari Ramadan yakni, Pj. Sekda Agara Yusrizal, Kadis Capil, Abri, Kalaksa BPBD Nazmy Desky, Kabag Umum Setda, Roni Desky. Turut hadir Pimpinan Bank Aceh Syari'ah, BSI, Camat Lauser, Juanda, dan masyarakat setempat.[](Supardi)