JAKARTA – Tim Transisi Partai Golkar menggelar rapat perdana, Jumat (22/1/2016) malam, di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla, kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Anggota Tim Transisi Akbar Tandjung mengatakan, rapat ini akan membahas kerja tim, salah satunya rencana penyelenggaraan munas.
“Mengenai apa yang dibicarakan malam ini, tentu berkaitan dengan kerja tim transisi. Pertama persiapan rencana untuk munas, yang kedua permasalahan fraksi,” ujar Akbar.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono, mengatakan hal yang sama.
“Ini rapat perdana, jadi masih silahturahim dan mengenai persiapan Munas jadi bahan SC (steering commitee) dan OC (organizing commitee),” tutur Agung, yang juga anggota Tim Transisi.
Pada rapat malam ini, anggota Tim Transisi, Sumarsono, datang paling awal. Disusul Siswono Yudo Husono yang tiba pukul 19.00 WIB. Tiga puluh menit kemudian, terlihat Abdul Latief tiba di lokasi yang sama, disusul Akbar Tandjung yang mengenakan jas hitam dan kemeja biru.
Adapun Ginanjar Kartasasmita dan Emil Salim tiba beberapa menit setelahnya.
Hingga berita ini diturunkan pada pukul 21.05 WIB, belum terlihat kehadiran Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie dan Theo L Sambuaga.
Adapun Presiden ketiga RI, BJ Habibie berhalangan hadir.
Tim transisi dibentuk oleh Mahkamah Partai Golkar hasil Munas Riau untuk menyelesaikan konflik Golkar melalui penyelenggaraan munas.
Kalla ditunjuk sebagai Ketua Tim Transisi dan Habibie sebagai Pelindung Tim Transisi. Adapun anggota tim diisi oleh tokoh senior Golkar lainnya, yakni Ginanjar Kartasasmita, Emil Salim, Abdul Latief, Siswono Yudo Husodo, Akbar Tandung, Theo L Sambuaga, dan Soemarsono. Aburizal Bakrie dan Agung Laksono yang sedang berselisih juga ditunjuk sebagai anggota.[] sumber: kompas.com




