BANDA ACEH – Pilkada sudah semakin dekat. Banyak kadidat calon gubernur yang mulai menampakkan diri. Salah seorang tokoh yang menyatakan akan maju pada pilkada mendatang adalah Ketua Partai Golkar Aceh, T. M. Nurlif. 

Berikut kutipan wawancara portalsatu.com, M Fajarli Iqbal, dengan politisi partai berlambang pohon beringin ini, Jumat, 15 April 2016.

Berapa jumlah kandidat kepala daerah yang akan bertarung di tingkat kabupaten/kota dari Partai Golkar?

Kita masih melakukan penjaringan dan inventarisir. Nanti, akhir April atau awal Mei kita akan umumkan.

Sudah sejauh mana persiapan Golkar untuk merebut Aceh 1?

Kita sudah melakukan konsolidasi ke tempat paling basis. Kita juga sedang merapikan kepengurusan di tingkat kabupaten/kota sampai ke desa. Kita juga melakukan kerja sama dan saling mendukung.

Siapa kira-kira yang akan mendamping Anda di Pilkada mendatang?

Kalau itu kita belum putuskan. Kita sedang membangun komunikasi politik dengan berbagai pihak.

Dengan pihak mana saja Golkar melakukan komunikasi politik?

Kita lakukan komunikasi politik dengan berbagai pihak. Baik itu dengan partai nasional (parnas) atau partai lokal (parlok)

Bagaimana keadaan Golkar sekarang setelah sebelumnya diterpa isu keretakan?

Insya Allah, badai sudah berlalu.

Apakah isu keretakan tersebut dapat berpengaruh terhadap elektabilitas Golkar sendiri?

Sebelum rekonsiliasi mungkin berpengaruh, tapi setelah rekonsiliasi itu menjadi energi baru, bahkan hal tersebut dapat menjadi energi pembangkit baru bagi Golkar.

Bagaimana pendapat Anda terkait dengan revisi Qanun Pilkada? Aceh

Bagi saya, sebaiknya jangan persulit siapa pun yang ingin jadi calon, karena semakin besar peluang orang untuk berpartisipasi maka akan semakin baik, dan itu akan menjadi pendidikan politik yang bagus untuk masyarakat.

Bagaimana pendapat Anda terkait draf qanun yang menyebutkan bahwa mantan narapidana tidak bisa menjadi calon gubernur?

Semua kan ada aturannya, ngak enak kalau saya yang menjawab. Tapi saya yakin bahwa tidak ada pihak yang mencoba menghalang-halangi calon lain untuk maju. Jika memang ada maka itu sangat buruk. Apalagi di mata masyarakat.

Bagaimana sikap Golkar terhadap revisi qanun ini?

Golkar tidak ada niat untuk mempersulit siapa pun yang bakal jadi calon. Karena itu adalah pendidikan politik yang sangat bagus untuk membangun demokrasi yang sehat.

Apa harapan Anda untuk Pilkada mendatang?

Saya berharap pemilukada mendatang dapat berjalan dnegan baik. Semua masyarakat harus memiliki keinginan untuk memilih dan undangan juga harus dibagikan merata. Saya juga berharap, siapa pun yang akan menang nantinya harus menjadikan Aceh lebih maju dan menjadikan masyarakatnya lebih sejahtera. Saya rasa kita mampu karena kita punya modal untuk itu.[]