ACEH TIMUR – Kodim 0104/Aceh Timur membantu Hasballah (62), warga kurang mampu di Desa Alue Bu Tunong, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Hasballah hanya bisa terbaring lemah di rumahnya sejak dua tahun terakhir akibat terkena stroke.

Hasballah merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) eks-Libya. Namun, saat konflik Aceh masih berkecamuk, dia memilih kembali ke pangkuan NKRI sebelum lahirnya MoU RI-GAM pada tahun 2005.

Selama sakit akibat stroke, Hasballah dirawat istrinya, Masyithah (60), bersama lima anaknya dengan serba keterbatasan. Mendapat informasi tersebut, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal dan Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran menunjukkan kepedulian untuk membantu kesulitan yang dialami masyarakat.

Pangdam Niko Fahrizal dan Danrem Ali Imran yang merupakan putra Aceh menginstruksikan Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Tri Purwanto memberikan bantuan kemanusiaan untuk Hasballah.

Bantuan yang diberikan berupa kursi roda, sarung, selimut, dan paket sembako. Bantuan itu diantar oleh Danramil 15/Peureulak Barat Kapten Inf Irwansyah bersama prajurit TNI ke rumah Hasballah, disaksikan perangkat desa setempat, Senin, 25 November 2024.

Dandim Aceh Timur Tri Purwanto berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban yang dialami Hasballah bersama keluarganya. “Ini wujud kepedulian Pangdam dan Danrem dalam meningkatkan kemanunggalan TNI untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Tri.

Menurut Tri, selama ini TNI jajaran Kodam IM juga melaksanakan berbagai kegiatan untuk mendukung pemerintah daerah dalam melayani kebutuhan masyarakat. Di antaranya, program air bersih, ketahanan pangan, dan pencegahan stunting dengan pemberian makanan bergizi. TNI juga membantu merenovasi makam pahlawan nasional di Aceh sebagai situs sejarah.

Sementara itu, Masyithah mengucapkan terima kasih kepada TNI yang memberikan bantuan kepada suaminya. “Ini sangat berarti,” ucapnya.

Sejak Hasballah sakit, untuk memenuhi kebutuhan putra-putrinya, yakni Rahmawati (18), Muhammad Nazar (16), Saipul Bahri (13), Riski Aulia (9), dan Saifannur (7), Masyithah dibantu anak pertamanya berjualan nasi bungkus dengan menitipkan di sejumlah warung di desanya.[](ril)