ACEH BARAT – Mahasiswa di Aceh Barat menggelar musikalisasi puisi di trotoar jalan depan Kantor Bupati setempat, Sabtu, 20 April 2019, malam.

Aksi ini sinambung gerakan menolak keberadaan PT Emas Mineral Murni (EMM) di Aceh. Perusahaan tersebut diminta angkat kaki dari Aceh, bukan hanya dari Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.

“Pindahnya barak pekerja PT EMM dari Beutong Ateuh ke Beutong Bawah, itu bukan sebuah tanda selesainya masalah PT EMM. Eksploitasi di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah tetap dilakukan,” kata penanggungjawab aksi, Fandi, kepada portalsatu.com/, Sabtu malam.

Sebagaimana diketahui, perusahaan tersebut mengambil sikap hengkang dari tanah para aulia setelah penandatanganan pernyataan di atas materai, Kamis, 11 April lalu, atas desakan warga. Hari yang sama, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menandatangani surat menolak keberadaan PT EMM di depan massa mahasiswa yang berunjuk rasa di Banda Aceh.

“Jangan karena surat tersebut, kita diam. Intinya, tetap pada tuntutan yang pertama: angkat kaki dari Aceh,” imbuh Fandi.

Pantauan portalsatu.com/, selain membacakan puisi milik sang seniman kerakyatan Wiji Thukul dengan iringan gitar listrik, mahasiswa secara kor menyanyikan lagu-lagu milik band punk Marjinal.

Aksi tersebut dijaga ketat polisi lalu lintas dan Satpol PP. Arus lalu lintas di Jalan Gajah sempat tersendat karena mahasiswa menyulap sebagian badan jalan menjadi panggung. Namun, polisi berhasil mengurai kemacetan, sementara aksi berjalan dengan lancar dan tertib.[]