MEDAN – Badan Ko­munikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mengadakan unjukrasa untuk menentang perayaan hari Valentine. Demo ini berpusat di halaman Masjid Raya Kota Medan, Ahad, 12 Februari 2017.

Unjuk rasa yang diikuti sekira seratusan orang ini turut diramaikan oleh remaja putra atau putri. Unjuk rasa tersebut didampingi Ketua BKPRMI Kota Medan.

Kegiatan ini merupakan hal yang biasa terjadi di Indonesia, dan Kota Medan adalah dihuni oleh penduduk yang heterogen, banyak suku dan agama di sana. 

Seruan dalam unjuk rasa tersebut hanya untuk komunitas muslim di sana, bukan untuk umat lain. Penduduk antar agama di Medan dan umumnya di Indonesia sebenarnya saling akur dan toleransi. 

Mereka saling berbagi dan saling membantu. Unjuk rasa itu hanya bentuk keresahan mereka tentang bagaimana mengekspresikan keyakinan diri. Indonesia aman dan damai, toleran denan semua agama dan keyakinan.[]

Penulis: Zahraini Zainal, mahasiswa program doktor manajemen pendidikan di Universitas Negeri Medan (Unimed), asal Banda Aceh.