Senin, Juni 24, 2024

Dosen UBBG Lulus Seleksi...

BANDA ACEH - Tidak hanya mahasiswa, dosen UBBG juga berprestasi. Adakah Dr. Zahraini,...

34 Tim Futsal Berlaga...

SIGLI – Sebanyak 34 tim se-Aceh berlaga untuk memperebutkan gelar juara Piala Ketua...

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...
BerandaNewsTop Blogger Vietnam...

Top Blogger Vietnam Dipenjara 10 Tahun

Top blogger Vietnam dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun akibat tulisan yang ia buat mengandung unsur propaganda melawan negaranya. Nguyen Ngoc Nhu Quynh, 38 tahun, atau yang lebih dikenal dengan Mother Mushroom dinyatakan bersalah setelah menjalani persidangan satu hari di provinsi pusat Khanh Hoa.

Pengacara Quynh menyatakan bahwa kliennya memiliki waktu 15 hari untuk mengajukan banding.

Organisasi Hak Asasi manusia mendeskripsikan vonis terhadap Nguyen keterlaluan, karena ia dijadikan ikon untuk komunitas pembangkang di negara tersebut. Rezim komunis dari satu partai di Vietnam seringkali mengecam para kritikusnya. Quynh telah ditahan sejak Oktober 2016 saat ia mengunjungi seorang rekan aktivis di penjara.

Quynh memulai aktivitasnya di blog pada 2006 dengan maksud untuk meningkatkan kesadaran akan ketidakadilan sosial dan menunjukkan masalah politik dan lingkungan. Dengan semakin pentingnya media sosial, Internet telah menjadi platform penting bagi para pembangkang di suatu negara yang mengendalikan media secara ketat.

Quynh memanfaatkannya dengan membuat blog dengan nama pena di blog 'Mushroom' – jamur yang diambil dari nama putri bungsunya.

Salah satu kasus terbesar yang menarik perhatiannya adalah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tambang bauksit di daerah dataran tinggi tengah. Quynh juga mendirikan jaringan blogger di Vietnam, yakni sebuah asosiasi penulis independen.

Pada 2015, dia menerima penghargaan dari Pembela Hak Sipil yang berbasis di Swedia dan awal tahun ini ia dianugerahi Penghargaan Internasional sebagai Wanita Pemberani oleh Departemen Luar Negeri AS. Namun ia terpaksa tak dapat menghadiri upacara tersebut karena penahanannya.

Keunggulan Quynh di dalam negeri maupun di luar negeri adalah kasusnya telah menarik banyak perhatian. Sehari sebelum persidangan, Human Rights Watch meminta Vietnam untuk menarik semua tuduhan terhadap Quynh.

“Skandal di sini bukanlah yang dikatakan oleh Ibu Mother Mushroom, namun penolakan keras dari Hanoi untuk mencabut Undang-Undang kejam dan melanggar hukum yakni menghukum perbedaan pendapat damai dan menodai reputasi internasional Vietnam,” kata Human Rights Watch dalam pernyataannya.

Setelah penangkapannya, lebih dari 1.000 orang termasuk blogger, aktivis dan pengacara menandatangani sebuah petisi yang meminta pembebasannya. Sejak penahannya, Quynh belum diizinkan untuk melihat pengunjung dan hanya bertemu dengan pengacaranya sembilan hari sebelum persidangan. Setelah diadili, pengacanya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa hukuman tersebut terlalu berat dan tidak adil untuk terdakwa.

Putusan pengadilan yang menghukum 10 tahun penjara top blogger Vietnam itu kemungkinan akan memicu kecaman dari komunitas pembangkang online. | sumber : tempo

Baca juga: