BANDA ACEH – Pembina Ahlu Sunnah Wal Jamaah Aceh sekaligus Sekjend HUDA, Tgk. H. Tu Bulqaini Tanjungan, mengatakan, dinamika perjalanan hidup umat Islam di era globalisasi ini sering tersudutkan.

Non muslim di berbagai belahan dunia ingin menghancurleburkan umat Islam dan Islamnya dari permukaan bumi ini. Banyak fakta yang menjadi saksi atas apa yang telah terjadi atas umat Islam yang sangat memilukan. 

Seperti yang terjadi di Myanmar, umat Islam dibantai oleh Budha dan diperlakukan seperti binatang. Di Indonesia pun tidak kalah tanding, pelecehan agama muncul dari kaum komunis/PKI dan non muslim yang ingin menghancurkan Kesatuan Negara Republik ini.

Rasa cinta keislaman yang kuat di dalam benak kita sebagai umat Islam terhadap saudara kita yang berada di Myanmar menggugah hati kita untuk turut berduka cita atas apa yang telah berlaku atas mereka.

“Ate tsunami di Aceh, donya teuka jibantu, jinoe geutanyo wajeb bantu muslim Rohingya. Tameudoa beu Allah pinah penderitaan Rohingya, dan beuneupeujioh bala yang disebabkan oleh PKI/Komunis Di Indonesia,” kata Tu Bulqaini, memulai zikir.

Acara ini dilangsungkan pada Selasa malam, 22  November 2016, di Dayah Markaz Al- Ishlah Al-Aziziyah, Lueng Bata, Banda Aceh.

Acara bertajuk “Zikir, Doa dan Istighatsah Bersama untuk Muslim Rohingya dan Keselamatan Bangsa dari PKI dan Komunis” ini dilaksanakan oleh Pengurus Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Provinsi Aceh bekerja sama dengan Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) dan FPI Aceh.[]