SIGLI – Tanah milik Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Distanpan) Kabupaten Pidie di Kecamatan Padang Tiji ditolak sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Pemerintah Kabupaten Pidie menyediakan lokasi depan Gedung Pidie Convention Center (PCC) seluas 5 hektare lebih.

Lahan tersebut merupakan aset pemerintah yang sudah dibebaskan pada tahun 2022 silam dengan senilai Rp22 miliar yang rencana awal untuk membangun Sport Center. Area berlokasi di Gampong Lampeudue Baro, Kecamatan Pidie itu tidak jadi dibangun Sport Center. Maka untuk pemanfaatan, pemerintah merencanakan untuk membangun SR dengan sumber dana APBN pada Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Untuk memastikan ketersediaan lahan, Wakil Bupati Pidie, Alzaizi bersama Anggota DPRK Pidie dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pidie, meninjau lokasi itu, Senin, 21 Juli 2025.

Tidak jadinya lahan di Padang Tiji untuk lokasi Pembangunan SR, menurut Wabup Alzaizi dikarenakan setelah dilakukan verifikasi oleh Kemensos, tidak tepat dijadikan sebagai lokasi sekolah lantaran dilintasi tower listrik bertegangan tinggi.

"Kita ganti lokasi ini karena lokasi lama yang kita sediakan di Padang Tiji, dinilai tidak layak karena dilintasi tower listrik bertegangan tinggi," kata Alzaizi kepada portalsatu.com/.

Menurutnya, lahan yang disediakan pemerintah kabupaten juga seluas 5 hektare lebih. Jumlah tersebut sesuai kebutuhan pembangunan SR yang bersifat boarding. Tiga tingkatan sekolah yang akan dibangun, yakni SD, SMP dan SMA.

"Kita hanya menyediakan lahan saja, terkait kelayakan dan pembangunan menjadi kewenangan Kemensos. Kalau menurut kita lahan ini sudah layak, apalagi letaknya di perkotaan," ujar Wabup Pidie.

Gedung PWI Masuk Lokasi SR

Jika lahan tersebut jadi digunakan untuk pembangunan SR, maka kantor Persatuan Wartawan Indonesian (PWI) Kabupaten Pidie harus dipindahkan karena masuk dalam areal pembangunan.

Hal itu dibenarkan Alzaizi. Namun, pihak pemerintah berjanji akan membangun kantor baru bagi PWI di lokasi lain. Apalagi, lanjutnya, kondisi kantor PWI saat ini sudah layak untuk dibangun baru karena telah keropos.

“Memang benar kantor PWI masuk dalam lokasi pembangunan SR, tetapi kita tetap akan membangun kantor baru untuk PWI,” jelas Alzaizi sembari menyampaikan untuk sementara sebelum dibangun kantor gedung baru, PWI disediakan gedung oleh pemerintah.[]