LHOKSEUMAWE – Salah seorang guru pesantren di Kota Lhokseumawe Nurbayan, mengatakan jika dirinya selaku umat Islam tidak rela jika Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menistakan kitab suci Alquran.

“Saya tidak rela. Saya sebagai guru di pesantren selalu mengajak murid agar cinta Alquran. Kami tiap hari menghafal Alquran ayat demi ayat tapi kenapa Ahok berani menistakannya,” kata Nurbayan, guru madrasah di Yapena Arun kepada portalsatu.com, Jumat, 4 November 2016.

Ia juga mengatakan, menanggapi polemik tersebut sudah sepatutnya Presiden memperhatikan kasus ini.

“Pak Presiden bagaimana nasib anak- anak kita jika hal ini tidak ditindak tegas. Hari ini anak- anak menghafal Alquran tapi melihat kasus ini bagaimana ke depannya nanti. Kita tak mau ada kasus seperti ini lagi. Tuntaskan Pak Presiden,” sebut Nurbayan.

Nurbayan berharap Kapolri juga menindak tegas Ahok, menuntaskan semuanya. Tegakkan konstitusi yang menjadi pedoman.

“Jika ini tidak digubris maka umat Islam akan terus melakukan protes dan termasuk akan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi,” kata Nurbayan yang ikut dalam aksi bela Alquran di Lhokseumawe, Jumat, 4 November 2016.[]