BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi menutup kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Terpadu Tematik Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Aceh yang telah berlangsung selama 21 hari di berbagai wilayah Kota Banda Aceh.

Penutupan kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Senin (25/5/2026), dan dihadiri oleh jajaran Poltekkes Kemenkes Aceh, dosen pembimbing, serta ratusan mahasiswa peserta KKL.

Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi para mahasiswa yang telah terjun langsung ke tengah masyarakat untuk menjalankan program pengabdian dan pembelajaran berbasis lapangan. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama KKL menjadi bekal penting bagi calon tenaga kesehatan dalam memahami kondisi nyata masyarakat.

“Dengan hadir di tengah masyarakat, mahasiswa dapat melihat, mendengar, dan merasakan langsung berbagai persoalan kesehatan yang terjadi di lapangan. Pengalaman seperti ini tidak akan sepenuhnya didapatkan di ruang kelas,” ujar Illiza.

Ia menekankan bahwa proses pembelajaran di bidang kesehatan tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis semata. Lebih dari itu, tenaga kesehatan juga dituntut memiliki kepedulian sosial, empati, kemampuan berkomunikasi, serta kepekaan dalam memahami kebutuhan masyarakat.

“Profesi tenaga kesehatan bukan hanya soal kemampuan akademik dan tindakan medis. Ada nilai-nilai kemanusiaan yang harus selalu dijaga, yaitu kepedulian, empati, dan kemampuan melayani masyarakat dengan hati,” katanya.

Illiza juga berpesan agar semangat pengabdian yang telah dibangun selama mengikuti KKL tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Ia mendorong para mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan menjadikan pengalaman di lapangan sebagai motivasi untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berintegritas.

“Saya berharap semangat pengabdian yang kalian bawa selama KKL jangan ikut selesai hari ini. Teruslah belajar, teruslah meningkatkan kapasitas diri, dan jangan pernah kehilangan rasa peduli terhadap masyarakat. Karena profesi tenaga kesehatan adalah profesi yang sangat mulia dan sangat dibutuhkan oleh bangsa ini,” pesannya.

Suasana penutupan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Usai acara, Illiza menyempatkan diri menghampiri para mahasiswa dan mahasiswi untuk berbincang secara langsung. Ia mendengarkan berbagai pengalaman, tantangan, serta pelajaran berharga yang mereka peroleh selama menjalani KKL di tengah masyarakat.

Interaksi tersebut menjadi momen yang berkesan bagi para peserta, sekaligus memperkuat pesan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari perjalanan menjadi tenaga kesehatan yang berkualitas dan berjiwa melayani. [Adv]