BANDA ACEH – Dosen Ekonomi Unsyiah Dr. Mukhlis Yunus, menilai uang yang beredar di Aceh semakin banyak, tapi rakyat kian runyam.

“Aceh saat ini sudah dijengkal, karena ekonomi yang tidak meningkat,” kata Mukhlis Yunus saat menjadi pembicara seminar nasional “Membangun Pilkada yang Demokratis sesuai Amanat UUD 1945 di Daerah Otonomi Khusus”, di Hotel Hermes, Banda Aceh, Sabtu, 22 Oktober 2016.

Mukhlis Yunus menyebut, “Saat ini kita di Aceh bukan menambah pahala, melainkan menambah dosa gara-gara ekonomi yang tidak berkembang”.

“Kita tahu pemimpjn kita saat ini setiap hari bicara kesejahteraan ekonomi, namun tidak pada peningkatan pembangunan,” kata dia lagi.

Untuk itu, lanjut Mukhlis, sekarang harus ada sosialisasi kepada masyarakat dalam memilih pemimpin untuk lima tahum ke depan. Kata dia, jangan sampai orang-orang pintar “dibodohi oleh orang bodoh”.

“Beberapa tahun lalu pembodohan pun terjadi di kampus, di mana orang pintar yang dibodohi. Ke depan jangan lagi,” ujar Mukhlis.

Mukhlis berharap uang Aceh yang melimpah melalui dana Otsus dijaga dan dikawal termasuk pengawalan dari pemerintah pusat.[]