Kamis, Juli 25, 2024

Buka Rapimda KNPI Subulussalam,...

SUBULUSSALAM - Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, H. Azhari, S. Ag., M.Si mengatakan...

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...
BerandaNewsUang Kiriman TKI...

Uang Kiriman TKI ke Indonesia Capai Rp 136,5 Triliun di 2015

Jakarta – Jutaan orang Indonesia menyambung kehidupan dengan bekerja di luar negeri, jauh dari kampung halaman.

Orang-orang yang dikenal dengan sebutan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini menyisihkan sebagian pendapatannya untuk dikirimkan ke keluarganya di kampung halaman.

Total uang kiriman TKI pada 2015 mencapai US$ 10,5 miliar atau sekitar Rp 136,5 triliun.

“Jasa tenaga kerja mendatangkan uang US$ 10,5 miliar di 2015, naik 24% dibanding 2014,” ujar Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Nusron Wahid, dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa 12 Januari 2016.

Kenaikan uang yang dikirimkan TKI ke Indonesia (remitensi) disebabkan oleh kenaikan gaji di negara-negara tempat para TKI bekerja, terutama di kawasan Timur Tengah dan Taiwan.?

“Ini disebabkan kenaikan gaji di beberapa negara, terutama Timteng dan Taiwan,” ucap Nusron.

Tetapi sayangnya, sebagian besar uang yang dikirim TKI ke Indonesia tersebut habis hanya untuk kegiatan konsumsi dan membayar utang, sangat sedikit yang ditabung untuk kegiatan investasi.

Hal ini membuat Nusron khawatir para TKI tidak memiliki tabungan lagi dan hidup susah setelah pulang ke Indonesia.

Karena itu, BNP2TKI berinisiatif untuk memberikan pelatihan financial planning (perencanaan keuangan) dalam Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP)? untuk para TKI.

Diharapkan, para TKI bisa mengubah pola konsumsinya dan bisa merencanakan keuangannya ke depan dengan baik.

“Mulai tahun ini teman-teman TKI ada mekanisme PAP. Kita kasih materi financial planning, kerjasama dengan OJK dan bank-bank pelaksana KUR. Kalau ini jalan, ini akan mengubah pola konsumsi mereka,” tuturnya.

?Selain itu, sebagian dari remitensi akan digunakan untuk memberi pelatihan kewirausahaan kepada keluarga para TKI.

BNP2TKI yang bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan membantu pemasaran produk-produk yang dihasilkan para keluarga TKI ini.

“Kita melatih 15.000 TKI per tahun. Tahun 2015 sudah ada 3.000 yang kita salurkan untuk mendapat KUR. Kami butuh Kemendag untuk cari off taker (pembeli),” papar Nusron.

Dengan begitu, para TKI yang pulang ke Indonesia nantinya bisa menjalankan usaha bersama keluarganya, uangnya selama bekerja di luar negeri tidak habis begitu saja.?

“Kerjasama dengan Kemendag tidak hanya promosi, tapi juga melatih para TKI menjadi pedagang, uangnya tidak habis untuk konsumsi saja,” tutupnya.[]

Sumber: detik.com

Baca juga: