LHOKSUKON – Unit Kegiatan Mahasiswa – Search And Rescue (UKM-SAR) Universitas Malikussaleh menggelar pendidikan dan pelatihan SAR bagi angkatan II di Badan SAR Nasional (Basarnas) Aceh di Banda Aceh. Kegiatan itu berlangsung, 5-10 Februari 2017.

“Ini merupakan kegiatan perdana bekerja sama dengan Basarnas Aceh. Alhamdulillah, pihak Basarnas Aceh bersedia memberikan materi dasar tentang SAR. Bahkan, tempat, tim instruktur dan alat yang digunakan dalam pelatihan juga disediakan Basarnas Aceh,” kata Muslem Hamidi, ketua panitia kegiatan kepada portalsatu.com, Minggu, 5 Februari 2017.

Muslem menyebut sembilan peserta mengikuti pelatihan tersebut, yaitu tujuh laki-laki dan dua perempuan. Para peserta merupakan mahasiswa aktif dari berbagai jurusan di Universitas Malikussaleh (Unimal).

“Materi yang diberikan Basarnas Aceh merupakan lanjutan materi dasar yang sebelumnya telah kami berikan dalam beberapa pertemuan di kampus. Di antaranya, materi sejarah dan perkembangan SAR Indonesia, PPGD, navigasi, PPM, survival, Sigle Rhope Tekhnik (SRT). Keseluruhan materi itu dibagi tiga bidang, yakni, Jungle Rescue (SAR Darat), water Rescue (SAR Air), dan Vertical Rescu,” ujarnya.

Menurut Muslem, lokasi pelatihan setiap bidang berbeda-beda. Jungle Rescue di Ujong Pacu, Water Rescue di Pantai Lampuuk, dan Vertical Resque di Kantor Basarnas Aceh.

“Kami harap dengan pelatihan ini para peserta dapat menguasai apa yang diberikan, sehingga dapat bermanfaat dan bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Di sini kita juga menjalin hubungan dengan SAR Aceh Utara, sehingga jika ada bencana anggota kita bisa dilibatkan. Seperti saat penanganan gempa di Pidie Jaya. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami sebagai mahasiswa,” pungkas Muslem Hamidi.

Acara pembukaan diklat itu turut dihadiri Kepala Basarnas Aceh Suyatno, tim instruktur, dan sejumlah pejabat setempat.[]