BANDA ACEH – Para ulama Aceh mewacanakan pembentukan Dewan Syariah Siyasah (DSS) sebagai rujukan bagai partai politik dalam melahirkan kebijakan yang sesuai syariat Islam.
Hal itu tertuang dalam Rekomendasi Silaturrahmi Ulama Seluruh Aceh Tahun 2021 di Banda Aceh, 10-11 November 2021. Ada 11 rekomendasi yang dihasilkan dalam silaturrahmi bertema “Peran Ulama dalam Perbaikan Politik di Aceh” tersebut.
Pembentukan DSS merupakan rekomendasi kesebelas yang berisi tawaran-tawaran ulama kepada partai politik yang ada di Aceh berkaitan dengan perbaikan dalam bidang politik dan pemerintahan.
Para ulama mendorong perubahan AD/ART Partai Politik di Aceh supaya secara jelas memberikan komitmen terhadap pelaksanaan amar ma’ruf dan nahi mungkar dalam bidang politik dan pemerintahan.
Partai politik jjuga dihimbau agar meminta pendapat dan pertimbangan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dalam pengambilan kebijakan di dalam partai politik maupun sikap partai terhadap persoalan publik, termasuk berkaitan dengan pencalonan kepala daerah dan calon anggota legislatif.
Ulama juga mendorong seluruh partai politik untuk membuat pakta integritas dalam rangka menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar dalam bidang politik dan pemerintahan, serta mendorong lahirnya regulasi yang mengatur penyelengaraan kehidupan politik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam supaya seluruh partai politik di Aceh terikat dan terlibat dalam implementasi syariat Islam.
Sementara untuk para ulama yang sudah terlibat dalam partai politik diharapkan mendorong dan menawarkan supaya partai politiknya memiliki komitmen untuk menjalankan amar ma’ruf dan nahi munkar dalam kebijakan partainya masing-masing.
Kemudian bagi para ulama yang tidak berafiliasi dalam partai politik secara langsung diharapkan mencari berbagai alternatif supaya para ulama dapat memberikan warna dan pengaruh terhadap perbaikan kehidupan politik sesuai dengan posisi dan kapasitasnya masing-masing.
Rekomendasi tersebut disusun oleh tim perumus yang terdiri dari: Tgk H Muhammad Amin Daud (Ayah Cot Trueng), Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab (Tusop Jeunieb), Tgk. H. Faisal Ali (Abu Sibreh), Waled Sirajuddin Hanafi, Tgk H. Rasyidin Ahmad (Waled Nura), Abi Bukhari Husni Aceh Tenggara, Tgk. Dr. Muntasir A. Kadir (Ayah Mun), Tgk. Dr. Safriadi MA, Abi Hidayat Muhibuddin Waly, Tgk Dr Iskandar Zulkarnen, Tgk Masrul Aidi, Tgk Umar Rafsanjani Lc MA, Tgk Rizwan H Ali MA, Tgk Dr T Zulkhairi, Tgk Usman Yacop Bener Meriah dan Tgk Harmen Nuriqmar.[]




