BIREUEN – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, setelah sukses  mengirimkan dua angkatan mahasiswanya untuk melaksakanakan program praktek lapangan kuliah kerja mahasiswa (PPL-KKM) di sejumlah provinsi di Thailand Selatan, sekarang kembali membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program tersebut untuk angkatan ke III.

 Demikian disampaiakan Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddin Idrsis, SE.,MSi melalui kabag humas Zulkifli,M.Kom usai menerima surat dari badan alumni Internasional Thailand di kampus Umuslim, Jumat (22/9).

“Untuk angkatan ini hanya delapan perguruan tinggi seluruh indonesia yang mendapat undangan, Umuslim merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Aceh yang mendapat kesempatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan untuk Umuslim ini berdasarkan penilaian tim, di mana mahasiswa di kampus tersebut yang telah dua angkatan yang dikirim dianggap sukses melakukan pengabdian, di sejumlah lembaga pendidikan dan pesantren yang ada di berbagai provinsi di Patani, Thailand Selatan.

“Mereka  telah membawa nama baik kampus dan daerah, menjalankan amanah dengan sukses, sehingga Thailand meminta Umuslim untuk mengirimkan kembali mahasiswa pada tahap ini,” jelas Zulkifli.

ia mengatakan, untuk angkatan ini diminta mengirimkan 10 mahasiswa untuk melakukan pengabdian di sejumlah sekolah dan pesantren di daerah Patani, Thailand Selatan.

“Untuk tahap kedua ini kita fokuskan mengirim mahasiswa yang berasal dari fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), karena program pengabdian yang telah dirancang, dimana mahasiswa akan melakuakn pengabdian di sejumlah pesantren dan sekolah bording school selama 5 bulan di Thailan Selatan,” Zulkifli.

Ia mengatakan, sekarang pihaknya telah membuka pendaftraan secara terbuka yang berminat dan memenuhi persyaratan seperti yang ditetapkan tim dari Thailand dipersilakan untuk mendaftar.

“Pendaftaran telah dibuka untuk semua mahasiswa semester IV dan lanjutan sampai tanggal 30 September mendatang, di Badan pelaksana KKM dan bagian Hubungan Internasional kampus Umuslim,” papar Zulkifli.[]