LHOKSEUMAWE – Total peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA di Lhokseumawe tahun 2017 mencapai 2.090 siswa. Peserta UNBK SMA 1.417 dan Madrasah Aliyah (MA) 673 siswa.  UNBK berlangsung empat hari, 10-14 April 2017. Pihak sekolah menyewa generator set (genset) untuk mengantisipasi pemadaman listrik.

“Hari pertam, Alhamdulillah, berjalan dengan baik. Hanya ada kendala sedikit terkait koneksi di SMAN 3, tapi hanya sebentar dan tidak mengganggu proses ujian,” kata Panitia UNBK Lhokseumawe, M. Ali kepada portalsatu.com, Senin, pagi tadi.

Ali menyebut di Lhokseumawe ada delapan SMA yang baru pertama kali melaksanakan UNBK. Sedangkan dua SMA yaitu SMAN 1 dan SMA Modal Bangsa sudah dua kali.

Menurut Ali, siswa yang tidak bisa ikut ujian satu orang dari SMAN 1 lantaran sedang mengikuti pertukaran pelajar.  Bagi yang tidak bisa mengikuti ujian akan diadakan ujian susulan.

“Kelebihan  UNBK,  lebih praktis, tidak ada kebocoran soal karena masing-masing peserta ujian mendapatkan soal yang berbeda dalam satu materi ujian dan tidak bisa mencontek. Cara ujian moderen ini juga lebih hemat biaya,” ujar Ali.

Amatan  portalsatu.com, pelaksanaan UNBK di SMAN 5 Lhokseumawe  berjalan tiga sesi,  yaitu pagi, jelang siang dan sore. Sebab komputer yang tersedia hanya 52 unit, sedangkan peserta ujian mencapai 157 siswa.

“Tapi kekurangan itu tidak jadi masalah, karena semua siswa dapat mengikuti ujian dengan lancar, tertib tanpa kendala teknis. Kita juga sewa genset untuk mengantisipasi padamnya listrik, tapi Alhamdulillah sampai akhir ujian tidak padam,” kata Kepala SMAN 5 Nuraini S.Pd., M.Pd.

Anggota DPRK Lhokseumawe Jailani Usman turut meninjau pelaksana UNBK di SMAN 5 tersebut.[]