BANDA ACEH – Massa mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh berunjuk rasa di halaman Gedung Ali Hasymi kompleks kampus tersebut sekitar pukul 09.00 WIB tadi. Informasi diterima wartawan menyebutkan, dalam aksinya, mahasiswa tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli UIN Ar Raniry sempat berjibaku dengan petugas keamanan kampus dan aparat kepolisian. Aksi unjuk rasa ini juga diwarnai bunyi salak senjata yang dilepas personel Polresta Banda Aceh ke udara.
“Betul, tadi sempat ricuh juga karena nggak terkontrol lagi, karena aksi mahasiswa tadi tidak diindahkan makanya sempat bentrok juga tadi,” kata salah satu jubir aksi, Zaini Fosma.
Dia mengatakan aksi ini dilakukan karena pihak rektorat yang tidak mengundang mahasiswa dalam perayaan milad kampus. Namun permintaan maaf telah disampaikan oleh Rektor UIN Ar Raniry.
“Tapi seharusnya perayaan milad UIN tersebut juga turut melibatkan mahasiswa. Bukan hanya pihak rekanan, rektorat atau dosen. Pada dasarnya kami mahasiswa ini berharap UIN ini kedepannya menjadi lebih bagus, berjaya lah kan. Ada beberapa hal sebenarnya yang ingin kami sampaikan secara langsung tadi, tapi tidak diindahkan dan rektor tidak mau menjumpai kami sehingga kami berupaya masuk ke ruangan,” katanya.
Amatan di lokasi sekitar pukul 11.33 WIB, terlihat sejumlah aparat kepolisian dan petugas keamanan di depan gedung Ali Hasymi. Selain itu, beberapa tenaga pengajar dan sivitas akademika juga berkumpul di halaman gedung ini usai mengikuti rapat senat Dies Natalis UIN Ar-Raniry.
Salah satu sumber portalsatu.com menyebutkan, saat ini massa berkumpul di Gedung PKM UIN Ar Raniry. Mengenai hal ini, Zaini mengatakan, “Sekarang massa sudah bubar, mahasiswa sudah kembali ke tempat masing-masing.”
Belum diketahui apakah akan ada aksi lanjutan yang bakal dilakukan para mahasiswa tersebut. Hingga saat ini, berdasarkan pantauan di lapangan, dua unit mobil reo Dalmas Polresta Banda Aceh juga dikerahkan ke salah satu kampus “jantong hatee” rakyat Aceh tersebut.[]



