LHOKSEUMAWE – Wadir Polair Polda Sumatera Utara, AKBP Ahmad Untung Sangaji, M.Hum., mengisi kajian ilmiah dan diskusi publik bersama mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal), di Hall Cut Meutia Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Senin, 12 November 2018.

Tampil sebagai pembicara utama, Untung Sangaji mengupas tentang radikalisme dan terorisme serta penanggulangannya. Mantan Kapolres Aceh Utara itu juga memberikan pembekalan antiteror dan desain GPS atau alat pelacak.

Untung Sangaji mengatakan, penyuluhan tentang bahaya radikalisme kepada mahasiswa itu sangat penting. Pasalnya, paham dan doktrin salah dari teroris dinilai berpotensi memengaruhi generasi muda, sehingga penting memberikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa supaya dapat terhindari dari radikalisme tersebut.

“Karena radikalisme itu suatu perbuatan yang tidak pantas. Apakah dibenarkan dengan ngebom dan menyakiti orang yang tidak berdosa akan masuk surga? Kita menghabisi nyawa orang dengan sebuah benda peledak terus kemudian kita masuk surga?” kata Untung Sangaji yang pernah melumpuhkan teroris di dekat Sarinah, Jakarta, pada tahun 2016 lalu.

Untung Sangaji turut menyampaikan kepada para mahasiswa bagaimana ciri-ciri benda berbahaya seperti bom. Oleh karena itu, kata dia, apabila ditemukan benda diduga bahan peledak, mahasiswa berkewajiban melaporkan kepada pihak kepolisian.[](rel)