LANGSA – Pekerja proyek pembangunan Ma'had Putri IAIN Langsa mengancam menyegel bangunan baru jadi tersebut. Pasalnya pihak kontraktor dari PT. Hutama Karya (PT. HK) belum membayarkan sisa upah kerja mereka meski pekerjaan telah diselesaikan.
“Bangunan ini sudah siap kami kerjakan, akan tetapi sampai saat ini sisa upah kami para tukang belum tuntas dilunaskan oleh subkonnya atau pihak kontraktor PT.HK,” ungkap Wiwit, salah seorang pekerja saat dijumpai portalsatu.com di lokasi, Senin, 2 Mei 2016.
Dia menjelaskan, kerugian masing-masing akibat ulah kontraktor, pihaknya menanggung kerugian mencapai ratusan juta.
“Untuk kepala bangunan yang belum terbayar sekitar Rp 72 juta, kemudian untuk pemborong gypsum/plafonnya Rp 78 dan pemborong jerjak besi kurang lebih Rp 87 juta, nah itu yang kami minta kepada siapa mau subkonnya ataupun kontraktornya,” kata Wiwit lagi.
Selain itu puluhan tukang bangunan inipun mengancam, bila tak kunjung dilunaskan hak mereka maka akan menempati atau menyandar di gedung itu.
“Kalau tidak dibayar kami tetap bersandar pada gedung bangunan ini yang macam tak bertuan, yang bakal digunakan oleh bapak-bapak pejabat di Cot Kala ini, mohon diselesaikan baik-baik,” ungkap Wiwit dengan nada kesal.
Amatan portalsatu.com, di lokasi bangunan Ma'had Putri kampus IAIN Langsa terdapat beberapa coretan seperti di triplek sisa bangunan mereka menulis “Bos tulong bayar upah kamoe jinoe”, kemudian di spanduk mereka tulis lagi “gedung ini tak bertuan kepada siapa kami minta upah kerja kami, selesaikan masalah ini.” Adapun coretan lain “Bos Kita PT Hutama Karya, bayar gaji kami orang susah.”[](tyb)



