BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan Forum Group Discussion dalam rangka pembuatan modul digital marketing untuk Yayasan Panti Asuhan Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia, Rabu, 10 Juli 2024. Digital marketing adalah senjata baru memasarkan produk dalam era digitalisasi.
“Kami sangat berterima kasih kepada USK khususnya ARC yang telah melaksanakan berbagai kegiatan bermanfaat bagi yayasan kami termasuk digital marketing ini untuk memasarkan produk yang telah kita buat sebelumnya. Tidak banyak yang melakukan aksi nyata seperti ini, lebih banyak hanya merencanakan tanpa pernah turun ke lapangan,” ujar Michael, ketua Yayasan BFLF, dalam keterangannya, Rabu (17/7).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang telah dilakukan ARC USK yaitu pelatihan pembuatan produk. Dalam kegiatan sebelumnya, ARC USK mengajarkan pembuatan produk balsem cair dan sabun cuci piring berbasis minyak nilam.
“Kami harapkan teman-teman di panti asuhan ini dapat menjadi mandiri dengan produk hasil racikan mereka sendiri. Sehingga mempunyai skill dan tidak lagi pusing mencari pemasukan setelah selesai sekolah nanti,” ujar Adinda Gusti Vonna, ketua pelaksana kegiatan ini.
Dalam kegiatan itu turut hadir Dinas Sosial Provinsi Aceh, Isnandar. Ia mengapresiasi kegiatan ini terutama untuk mendukung kreativitas anak muda dan anak panti. “Modul digital marketing yang disusun ini pun dapat digunakan di panti-panti asuhan lainnya”.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM diwakili Azwar akan menyampaikan untuk pembuatan katalog khusus produk yang dihasilkan teman-teman panti asuhan dan saran untuk melakukan MoU dengan Disnaker. Diskop juga akan memfasilitasi pembuatan merek produk.
Sementara itu, stakeholders lain yaitu Safwan dari Dinas Sosial Kota Banda Aceh berpesan agar produksi ini dibuatkan SOP sehingga berkelanjutan walau berganti pimpinan nantinya. Perwakilan dari AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat) juga menambahkan bahwa ada program UMKM khusus yang bersifatnya kurasi, produk ini harus dimasukkan. “Insya Allah akan menjadi bagian dari AMANAH”.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat LPPM USK diketuai Dr. Indra dengan anggota Dr. Irfan, Raihan Dara Lufika, Adinda Gusti Vonna, dan Zaudhatul Ulya. Turut hadir enam mahasiswa Agribisnis dalam kegiatan ini, para mahasiswa juga akan berperan menjadi fasilitator dalam praktek pelatihan digital marketing nantinya.
“Kami memang mengundang banyak stakeholders dalam kegiatan ini. Harapannya, setelah bagian kecil pengabdian kami ini selesai, pihak-pihak lain yang terkait juga dapat mengambil andil mengawasi dan membesarkan produk milik yayasan panti asuhan ini agar tetap hidup dan menghidupi anak-anak di sini,” ujar Indra.[]




