ANKARA – Uskup Agung Armenia di Istanbul mengutuk politisasi kematian orang-orang Armenia dan tentara Turki Ottoman pada tahun 1915 menyusul resolusi Jerman yang mengklaim sepihak pembunuhan itu sebagai genosida.

Dalam sebuah surat yang dikirimnya kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Uskup Agung Aram Atesyan mengatakan: 

“Seperti yang telah kita nyatakan berkali-kali sebelumnya, itu benar-benar menyedihkan bahwa sakit yang meninggalkan trauma antara orang-orang Armenia digunakan di arena politik.” Ditulisnya, Selasa, 7 Juni 2016.

Uskup Agung mengatakan pihaknya menolak peristiwa adanya warga Jerman mengekspresikan pendapat atau membuat undang-undang tentang masalah yang tidak ada hubungannya dengan orang-orang Jerman.

Surat itu adalah pengembangan terbaru berikut gerakan simbolik Bundestag pekan lalu yang mengacu pada kematian orang-orang Armenia selama Perang Dunia I, dituduh sebagai genosida.

Turki selalu mengakui tragedi kematian di kedua belah pihak di Anatolia Timur ketika beberapa penduduk Armenia Ottoman bangkit dalam mendukung invasi pasukan Rusia.

Turki telah berulang kali menyerukan pembentukan sebuah komisi sejarawan internasional untuk menyelesaikan sengketa tersebut.[](tyb)