SIGLI – Seribu lebih rumah warga di Kabupaten Pidie Jaya rusak akibat gempa 6,4 SR, 7 Desember 2016 silam. Pemerintah merencanakan pemberian biaya sewa rumah kepada korban yang rumahnya rusak atau tidak bisa ditempati lagi.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi kepada portalsatu.com di sela-sera rapat koordinasi rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa, di Aula Bappeda Pidie, Senin 19 Desember 2016.

Menurut Said, hari ini akan diketahui berapa rumah korban gempa yang termasuk katagori rusak dan tidak bisa ditempati lagi, sehingga harus dtangani dengan cara membangun tenda-tenda darurat atau memberikan dana sewa rumah.

“Nanti malam sudah kita ketahui jumlah pasti rumah yang rusak. Berdasarkan data verifikasi ada seribuan lebih rumah yang rusak dan tidak bisa ditempati lagi,” kata Said.

Said menambahkan, pihaknya menerjunkan 400 petugas  untuk mendata jumlah rumah rusak akibat gempa. Mereka sedang menvalidkan data, sehingga tidak ada yang tertinggal.

Saat Presiden Jokowi berkunjung ke Pidie Jaya, kata Said, pihaknya menyerahkan data sementara kerusakan rumah warga. Yaitu, sebanyak 274 unit dengan katagori 174 unit rusak parah dan 100 unit rusak sedang.

Sementara penyaluran logistik kepada para pengungsi di seluruh gampong, menurut Said, sejauh ini tertangani secara baik dan merata. Bahkan pihaknya sudah memanggil 222 geusyik untuk membantu penyaluran bantuan agar langsung diterima pengungsi.

“Masalah kebutuhan pengungsi hingga saat ini tidak ada masalah, kita melakukan koordinasi dengan seluruh geusyik dan mengantar langsung bantuan ke pengungsi,” terang Wabup Pidie Jaya ini.[]