LHOKSUKON – Pembangunan waduk Krueng Keureutoe di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, diperkirakan tidak akan mampu mencegah banjir di Kecamatan Lhoksukon. Menurut Asnawi, pejabat Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, keberadaan waduk raksasa itu hanya akan mengurangi banjir.
“Krueng Keureutoe itu memiliki beberapa anak sungai yang masuk di bawah waduk. Di antaranya, Krueng Pirak, Krueng Peutoe, Krueng Kreh, dan lainnya,” ujar Asnawi saat mengunjungi lokasi tanggul jebol di Lhoksukon, Kamis, 13 April 2017 lalu.
Asnawi menyebut keberadaan Waduk Keureutoe untuk mengairi irigasi. Menurutnya, salah satu upaya pencegahan banjir terbaik adalah penanaman kembali pohon hutan yang telah ditebang.
“Reboisasi hutan dan tidak ada lagi penebangan liar, itu upaya pencegahan banjir. Jika memang ingin mencegah banjir Lhoksukon, maka waduk harus dibangun tepat di Krueng Lhoksukon, sehingga tidak ada lagi cabang air yang mengalir. Penyebab banjir Lhoksukon itu karena air mengalir bebas dari Krueng Keureutoe,” kata Asnawi diamini Ketua Komisi D DPRK Aceh Utara Mawardi M., alias Teungku Adek.
“Kita lihat saja nanti, saat pembangunan waduk itu rampung. Apakah akan benar-benar mencegah atau hanya mengurangi banjir,” ujar Mawardi saat ditemui di lokasi yang sama.[]


