LANGSA- Langsa merupakan salah satu Kota di Aceh yang berhasil mengembangkan sektor pariwisata. Pemerintah Kota Langsa berhasil menyulap hutan menjadi destinasi wisata edukasi unggulan bertaraf internasional, diantaranya Hutan Bakau di kawasan Pelabuhan Kuala Langsa dan Hutan Lindung Kota Langsa yang berada di Gampong Bukit.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, saat meninjau lokasi Proyek Pembangunan Kawasan Wisata Hutan Mangrove dan Hutan Lindung Kota Langsa, Senin, 29 Agustus 2016 pagi.
“Ini adalah suatu program luar biasa yang dikembangkan oleh Wali Kota Langsa. Apalagi hutan mangrove sedang menjadi perbincangan hangat di dunia internasional terkait dengan fungsinya sebagai salah satu faktor yang dapat mengurangi resiko pemanasan global dan penyerap karbon,” kata pria yang akrab disapa Mualem itu sesaat setelah turun dari menara pemantau yang ada di kawasan wisata Hutan Mangrove Kota Langsa.
Untuk diketahui bersama, Kawasan Wisata Hutan Mangrove Kota langsa yang memiliki luas sekitar 8 ribu hektar, sudah memasuki tahap kedua pembangunannya. Saat ini, jalur jembatan lintas hutan mangrove tersebut sedang dalam tahap pembangunan jalur lingkar, dermaga dan bangunan untuk penjualan souvenir, cafe dan bungalow.
Berdasarkan keterangan dari Wali Kota, saat ini sedang dalam tahap pembangunan cafe dan dermaga. Saya sudah menyarankan kepada Wali Kota agar menyediakan beberapa unit boat kecil agar para pengunjung dapat mengeksplorasi eksotisme hutan mangrove kota langsa ini, kata Mualem.
Dalam kesempatan tersebut, Mualem menegaskan Pemerintah Aceh sangat mendukung program-program yang sedang dikembangkan oleh Pemko Langsa. Mualem Berkomitmen untuk mengundang sejumlah investor untuk menanamkan modalnya di Langsa, baik untuk pengembangan kawasan wisata maupun sektor lainnya.
“Keberadaan cafe dan bungalow tentu saja akan membuka lapangan pekerjaan baru. Kita harapkan jika sudah selesai, cafe ini akan mengakomodir produk-produk dan jajanan lokal, sehingga para wisatawan internasional akan tahu kuliner Aceh,” katanya.[](bna)



