Oleh Thayeb Loh Angen
Pengarang, novelis, peminat olahraga MMA
Bulan lalu, Agustus 2021, mantan juara kelas ringan MMA (Mixed Martial Art), Khabib Nurmagomedov, mengeluarkan pernyataan kontroversial.
Banyak media mengabarkan bahwa petarung (fighter) asal Rusia Selatan, Eurasia, tersebut, menyatakan bahwa kehadiran gadis ring atau gadis papan ronde tidak diperlukan di MMA.
Khabib yang bertarung di bawah bendera UFC Ultimate Fighting Championship mungkin selalu terganggu dengan gadis papan ronde.
Banyak pihak yang mengkritisi pernyataan Khabib Nurmagomedov tersebut, termasuk para petarung perempuan di Rusia dan gadis papan ronde sendiri.
Bagi Khabib, pakaian gadis papan ronde yang kurang kain membuatnya harus memalingkan muka ke arah lain. Sementara dia harus melihat ke arah oktagon.
Budaya
Jika melihat dari sisi agama dan budaya Khabib, kita dapat membenarkan pendapatnya. Akan tetapi, jika kita menilai dari asal muasal dan keberadaan olahraga MMA, maka pendapat Khabib tersebut tidak dapat dibenarkan.
MMA lahir di Negara Amerika Serikat (AS). Bruce Lee adalah tokoh yang memulainya dengan berani dan berhasil. Sementara promotor olahraga UFC adalah perusahaan yang memasyhurkannya.
AS adalah negara sekuler dengan paham liberal. Menyertakan gadis berpakaian seksi di atas oktagon yang para petarungnya laki-laki maupun perempuan adalah hal yang biasa dalam budaya di sana.
Ketika kita melihat keadaannya demikian, wajarkah Khabib Nurmagomedov mengkritisi sebuah olahraga yang telah membesarkan dirinya? Wajarkah dia mengkritisi budaya olahraga yang telah membuatnya dikenal di seluruh dunia?
Selain itu, Khabib Nurmagomedov menyatakan bahwa dia tidak menyukai para gadis papan ronde karena pakaian mereka yang seksi. Jika hal itu benar, bukankah dia dapat menyarankan kepada UFC dan promotor MMA lainnya supaya gadis-gadis tersebut diberikan pakaian yang lebih lebar.
Apabila disebut para gadis papan ronde itu membuka aurat, bukankah Khabib Nurmagomedov sendiri memakai celana pendek dalam pertarungan sehingga pahanya terlihat? Sementara aurat laki-laki dalam Islam adalah antara pusat dan lutut.
Kita mengharapkan, di lain kali, hendaknya Khabib Nurmagomedov dapat memilih kata-kata yang lebih baik saat mengeluarkan pernyataan.
Jika dia tidak menyukai sesuatu di dunia yang telah membesarkan dirinya, hendaknya dia mempertimbangkan dulu cara menyampaikannya.
Khabib Nurmagomedov boleh menghajar siapapun dalam pertarungan di atas oktagon, tetapi tidak di luarnya.
Di atas oktagon, baik Khabib Nurmagomedov maupun lawannya, adalah orang-orang memang sudah siap untuk dipukuli sampai berdarah-darah. Luka mereka hanya luka tubuh. Akan tetapi, sesuatu yang dilukai oleh pernyataan seorang tokoh, bukanlah tubuh.
Lebih lagi, orang-orang tersebut, seperti para gadis papan ronde, tidak menduga akan akan ada orang yang melukai mereka secara demikian, apalagi oleh orang yang mereka elu-elukan dalam pekerjaannya.[]







