TAKENGON – Wakil Ketua Komisi V DPR Aceh Adam Muhklis Arifin melakukan 'inspeksi mendadak (sidak)' ke sekolah di Aceh Tengah. Di sekolah yang dikunjungi, unsur pimpinan komisi membidangi pendidikan, sains dan tekhnologi itu menerima banyak keluhan dari dewan guru menyangkut kelengkapan sarana dan prasarana sekolah.
“Banyak guru mengeluh soal keterbatasan kelengkapan belajar,” kata Adam Mukhlis usai 'sidak' ke SMPN 6 Takengon, kepada portalsatu.com, Sabtu, 13 Februari 2016.
Keluhan para guru, sebut Adam Mukhlis, antara lain terkait kekurangan kelengkapan laboratorium dan sarana olahraga.
Adam Mukhlis juga menekan agar kepala sekolah dan jajarannya cerdas dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS).
“Ini tugas kita di Komisi V. Kita konsisten untuk mengecek penunjang sekolah, jika dana BOS salah digunakan, kita akan lapor mereka ke pihak berwajib,” ujar politisi Partai Aceh dari wilayah tengah Aceh itu.
Saat ini, kata Adam, pihaknya juga tengah melakukan pengecekan kebenaran informasi soal penyalahgunaan dana BOS yang diduga diselewengkan pihak tak bertanggung jawab.
Secara terpisah, Kepala SMPN 6 Takengon, Irsyad, MD, S.Pd., mengatakan, pihaknya telah menggunakan dana BOS sesuai aturan yang telah dicantum dalam DIPA.
“Di sekolah kita malah banyak siswa yang berasal dari Panti Asuhan dan anak miskin. Para guru memiliki hubungan emosional yang erat dengan siswa.Siswa juga sering meminta uang jalan kepada gurunya,” kata Irsyad.[]

