SUBULUSSALAM – Wakil Wali Kota Subulussalam, Salmaza, terlihat berang saat menyampaikan sambutan di sosialisasi Kota Layak Anak yang dibuat Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) di Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kota Subulussalam, Senin, 19 September 2016

Sosialisasi tersebut dihadiri sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat kota (SKPK), Asisten dan Staf Ahli Setdako, kepala Puskesmas, anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan beberapa undangan lainnya.

“Bagusnya kegiatan ini hadir para kepada desa dan masyarakat. Kalau yang hadir sekarang ini tidak perlu mengikuti sosialisasi lagi, sudah pasti paham,” kata Salmaza.

Salmaza menyebutkan, sering sosialisasi yang dilaksanakan oleh dinas, badan dan kantor banyak tidak tepat sasaran, lantaran peserta itu-itu saja. Sejatinya acara tersebut diikuti oleh masyarakat namun peserta justru dari kalangan dinas.

“Sosialisasi kita-kita saja orangnya, seharusnya yang lain, ini akibat tidak ada kesadaran, datang teken buat proyek selesai, tidak ada semangat, hanya melepaskan seremonial terlaksana selesai,” kata Salmaza bernada kesal.

Padahal, kata Salmaza, kegiatan ini sangat penting untuk diketahui para orangtua dan masyarakat secara luas, karena menyangkut generasi muda Subulussalam.

“Generasi sekarang sudah amburadul, akibat pengaruh lingkungan, kalau kita tidak berbuat untuk menyelamatkan mereka, maka generasi 20 tahun ke depan bakal hancur,” katanya di akhir sambutan.[](ihn)

Laporan Dirman Bakongan