LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya menghadiri apel pagi PNS di halaman kantor wali kota, Senin, 13 Februari 2017. Di depan anak buahnya, Suaidi memaparkan tentang defisit anggaran yang sejak tahun 2016 menjadi isu besar di bekas “kota petro dolar” ini.

“Defisit terjadi hampir di semua daerah di Indonesia akibat dari defisit anggaran pemerintah pusat. Imbasnya juga terjadi di Kota Lhokseumawe. Jadi, saya mohon kepada semua jajaran terutama PNS untuk memahami persoalan ini termasuk masalah Tunjangan Prestasi Kerja (TPK) PNS yang tidak bisa dipenuhi, juga akibat dari hal itu,” ujar Suaidi.

Suaidi menyebut persoalan defisit hal yang lumrah terjadi dalam anggaran pemerintah. Apalagi, kata dia, akibat dari kebijakan anggaran pusat untuk daerah. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat tidak resah, karena persoalan tersebut bisa diselesaikan, apabila porsi anggaran yang akan dibahas tahun ini benar-benar dibelanjakan pada sektor prioritas.

Suaidi juga menyesalkan sekaligus merasa bingung dengan sikap eksekutif selama ia nonaktif sebagai wali kota lantaran harus menjalani masa cuti kampanye di luar tanggungan negara sebab ia menjadi calon petahana pilkada 2017. Pasalnya, eksekutif tidak menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) tahun 2017 ke DPRK, sehingga molornya pembahasan anggaran menjadi polemik di masyarakat.

“Saya tidak tahu masalahnya apa dan benar-benar tidak mengerti. Mengapa selama saya cuti, KUA PPAS tidak dibahas dan diselesaikan. Apakah harus menunggu saya selesai cuti? Anehnya lagi, masalahnya apa? Kenapa harus dimolor-molorkan?” Suadi bertanya kepada jajarannya dalam apel pagi itu.

Di akhir pidatonya, Suaidi meminta jajarannya untuk netral dalam pilkada. Selain itu, bekerja sebagaimana mestinya yaitu melayani masyarakat sepenuh hati.[]

Laporan Munir