BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, , yang meninjau langsung sejumlah layanan kesehatan masyarakat di Banda Aceh, Jum’at (22/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memastikan pelayanan kesehatan primer berjalan optimal serta mendukung transformasi sistem kesehatan nasional hingga ke daerah.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, , Ketua TP PKK Aceh , Wali Kota Banda Aceh , Kepala Dinas Kesehatan Aceh , Ketua TP PKK Banda Aceh , Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh , serta Kepala Puskesmas Lueng Bata .
Kunjungan diawali di Posyandu Sejahtera, Gampong Panteriek. Di lokasi tersebut, Wamenkes meninjau berbagai layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kesehatan balita dan lansia, pemantauan status gizi, hingga kegiatan edukasi kesehatan yang rutin dilakukan kepada warga.
Dalam suasana yang hangat, Dante juga berdialog dengan kader posyandu dan masyarakat untuk mendengar langsung berbagai pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam memberikan layanan kesehatan di tingkat gampong. Menurutnya, posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Usai meninjau posyandu, rombongan melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Lueng Bata. Di sana, Wamenkes turut berinteraksi dengan tenaga kesehatan, meninjau fasilitas pelayanan yang tersedia, serta secara simbolis memberikan vaksin imunisasi kepada balita sebagai bentuk dukungan terhadap program imunisasi nasional.
Pada kesempatan tersebut, Dante mengapresiasi penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang telah dijalankan oleh Puskesmas Lueng Bata. Sistem tersebut merupakan pendekatan pelayanan kesehatan yang terintegrasi berdasarkan siklus hidup masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
“Integrasi Layanan Primer merupakan salah satu strategi penting dalam transformasi layanan kesehatan di Indonesia. Dengan sistem ini, pelayanan menjadi lebih terarah, komprehensif, dan berkesinambungan sesuai kebutuhan setiap kelompok usia,” ujar Dante.
Menurutnya, penerapan ILP akan memperkuat fungsi layanan kesehatan primer sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas upaya pencegahan dan pengendalian berbagai masalah kesehatan.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyambut baik kunjungan Wakil Menteri Kesehatan ke Banda Aceh. Ia menilai kehadiran pemerintah pusat menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan yang sangat berarti bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.
“Kehadiran Bapak Wakil Menteri Kesehatan menjadi perhatian dan dukungan yang sangat berarti bagi Banda Aceh dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan layanan kesehatan,” ujar Illiza.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh terus berkomitmen meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan daerah yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kesehatan masyarakat adalah fondasi utama pembangunan. Karena itu kami terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar pelayanan kesehatan di Banda Aceh semakin baik, merata, dan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan di masa depan,” katanya.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. [Adv]






