BANDA ACEH – Anggota Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Bustami, mengatakan agar warga seharusnya tidak mendekati bangkai paus yang terdampar di Pantai Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh. Hewan mamalia laut seperti paus katanya banyak mengeluarkan bakteri ketika sudah mati.
“Seharusnya dikasih (dipasang) garis polisi supaya (yang melihat) tidak terlalu dekat seperti ini karena mamalia laut seperti ini akan mengeluarkan bakteri,” ucap Bustami kepada portalsatu.com di lokasi.
Ia menjelaskan, mamalia laut seperti paus harus diperlakukan khusus jika sudah mati. Pada dasarnya bangkai hewan tersebut tak bisa ditanam di darat.
“Biasanya kalau udah mati begini dibawa ke tengah laut dan ditenggalamkan dengan pemberat. Nggak bisa ditaman karena bahaya jika meledak nanti,” ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa luka yang ada di tubuh paus tersebut bisa disebabakan karena bergesekan dengan permukaan tanah. “Kalau luka itu karena gesekan dengan tanah,” ucapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak terkait bagaimana upaya penanggulangan paus tersebut. Sedangkan penyebab kematian paus tersebut sampai sekarang belum diketahui.
“Kalau penyebab kematiannya belum tahu kita karena sampel gigi dan sirip belakang harus dibawa ke lab dulu,” ucapnya.[](ihn)

