BIREUEN – Masyarakat desa Batee Dabai dan Alue Dua, Kecamatan  Makmur, Kabupaten Bireuen menutup jalan lintas menuju proyek irigasi Alue Geureutut. Penutupan dilakukan dengan dalih tidak sesuai dengan perencanaan dasar.

Dalam perencanaan awal  irigasi tersebut akan mengalir ke desa Batee Dabai dan Alue Dua dalam Kecamatan Makmur dan akan terus mengalir ke Gandapura, Kecamatan Kuta Blang, tapi dalam dalam pembangunannya tidak demikian.

Hal itu diungkapkan Keuchik Batee Dabai, Muhammad Yunus, Selasa, 28 April 2020. Menurutnya, selaku kepala desa ia tidak melarang pihak kontraktor untuk bekerja, tapi dirinya juga tidak bisa melarang apa yang dikehendaki masyarakat.

“Saya tidak bisa melarang keinginan warga, apa lagi masyarakat Alue Dua. Masyarakat sudah terlanjur mengharapkan air mengalir lewat desa kami,” jelasnya.

Muhammad Yunus menambahkan, sebelumnya warga sudah mengumpulkan uang per desa Rp 4 juta lebih untuk membeli tanah waduk sebagian, sebagiannya lagi dihibahkan oleh masyarakat desa Alue Dua selaku pemilik lahan.

“Tapi hari ini bendungan sudah jadi, air tidak mengalir ke tempat kami, sedih rasanya,” ungkap Muhammad Yunus.[**]