SUBULUSSALAM – Masyarakat di lima kampung dalam wilayah Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, membutuhkan aliran listrik untuk menerangi desa mereka dari kegelapan. Kelima desa tersebut adalah Kampung Lae Mate, Mendilam, Tualang, Tanah Tumbuh dan Kuala Kepeng.

“Masih ada lima kampung lagi belum mendapat aliran listrik PLN. Padahal ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk menerangi desa mereka dari kegelapan,” kata Camat Rundeng, Irwan Faisal, kepada portalsatu.com, Selasa, 14 Maret 2017.

Ia mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan program pemasangan jaringan listrik di daerah itu kepada PLN Cabang Subulussalam. Namun, hingga saat ini belum juga terwujud. Bahkan, kata Irwan, pihak PLN pernah berjanji akan memasukkan jaringan listrik pada 2016.

“Informasi dulu katanya mau dimasukan jaringan listrik mulai bulan Oktober 2016. Namun hingga berakhir tahun juga tak tak ada realisasinya,” kata Irwan.

Ia menambahkan, baru-baru ini, Tim PLN dari Provinsi Aceh datang ke Rundeng dalam rangka survei? lokasi terkait rencana pemasangan jaringan listrik di wilayah  pedalaman tersebut.

“Kemarin ada tim dari provinsi turun mengukur berapa jumlah tiang yang dibutuhkan untuk pemasangan di lima kampung ini. Mereka tanya, bagaimana persoalan lahan, saya jawab, itu urusan saya, yang penting aliran listrik masuk ke desa kami,” kata Irwan.

Dia mengatakan selama ini masyarakat hidup dalam gelap. Hanya satu atau dua rumah saja yang dialiri listrik karena memakai mesin genset. 

Di sisi lain, Irwan menyebutkan warga lima kampung ini juga membutuhkan pembangunan jalan antar desa. Mulai dari Kampung Lae Mate, Mendilam, Tualang, Tanah Tumbuh dan Kuala Kepeng. 

“Akses saat ini hanya pembukaan jalan, belum dilakukan pengerasan dan pengaspalan,” katanya.[]