KARANG BARU – Masyarakat Matang Cincin Kecamatan Manyak Payet Kabupaten Aceh Tamiang berharap jembatan Matang Cincin segera diperbaiki. Pasalnya jembatan tersebut dinilai sudah tidak layak lagi dan hingga kini belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Salah seorang warga setempat, Suwardi, 66 tahun, mengatakan jika jembatan itu dibangun pada tahun 1988-1989 silam ketika daerah itu masih menjadi bagian dari Kabupaten Aceh Timur. Namun sampai sekarang belum kunjung dibangun sesuai standar kelayakan sebuah jembatan.

“Baru sekali jembatan Matang Cincin direhab oleh pemerintah, selepasnya ya swadaya masyarakat mengganti setiap papan, kayu yang sudah lapuk,” ujar Suwardi kepada portalsatu.com, Kamis,  4 Februari 2016.

Ia mengatakan, masyarakat resah setiap kali ingin melintasi jembatan tersebut terutama di malam hari karena kawasan itu gelap. Jika tidak hati-hati dikhawatirkan bisa terperosok ke lubang karena kondisi lantai jembatan ada yang bolong.

“Tidak hanya itu anak-anak pergi mengaji dan ke sekolah juga melewati jembatan tersebut,” katanya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Susi, 34 tahun, menurutnya kadang warga terpaksa  memperbaiki mana yang rusak sebab untuk mengakses ke beberapa desa bisa melalui jembatan ini. Cuma, katanya, untuk melakukan perbaikan warga membeli material papan, kayu dan paku yang digunakan buat menutup lubang bersumber dari sumbangan masyarakat setempat.

Ia sangat berharap jembatan tersebut dapat dibangun yang baru supaya masyarakat tidak terkendala akibat kerusakan di lantai jembatan.

“Kami dengar-dengar mau dibagun katanya di tahun ini tapi secara pasti tidak tahu karena sering sih, orang datang cuma foto-foto saja,” ujar ibu dua anak itu yang rumahnya dekat jembatan.[](ihn)