IDI RAYEK – Sejumlah rumah yang berada dekat dengan bibir sungai milik warga Gampong Kuala Leuge, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, terendam air pasang. Akibat terjangan air pasang laut yang kian hari semakin parah membuat akivitas warga di rumah dan tempat usaha terganggu.
 
Informasi yang diperoleh portalsatu.com, hal tersebut sudah berlangsung sejak lama akibat tidak adanya talut di bibir sungai. Saban harinya beberapa rumah dan tempat usaha telah terendam air pasang, bahkan akibat abrasi bibir sungai  itu kian habis terkikis sehingga sudah memakan badan jalan.
 
 Pang Lima Laot Gampong Kuala Leuge, Abdul Muthaleb, mengatakan gampong yang ditempatinya itu merupakan salah satu gampong yang ada di Aceh Timur dengan mayoritas penduduknya adalah nelayan tradisional, terbesar setelah Kuala Idi.  

Namun menurutnya fasilitas untuk kenyamanan para nelayan yang menduduki pesisir pantai Aceh Timur khususnya Kuala Leeuge belum memadai.
 
 “Lihat saja kondisi rumah kami yang sering keluar masuk air, kami mau mempertanyakan solusi apa yang akan diberikan pemerintah kepada kami, apalagi kondisi saat ini di tambah lagi tanggul penahan air pasang belum juga ada , padahal tim dari dinas terkait di Aceh Timur sudah mengukurnya, tapi entah kapan itu dibangun,” ujar Abdul Mutaleb lewat sambungan telepon selulernya, Rabu, 15 Juni 2016.
 
Sementara itu  secara terpisah Geuchik Gampong setempat Mahyuddin Kubar menyebutkan sebelumnya dinas pekerjaan umum kabupaten Aceh Timur  telah mengukur dan mendesain gambar di mana posisi tanggul akan dibangun. Selaku pimpinan gampong dia meminta dan mendesak agar proyek itu segera dilaksanakan secepatnya.

“Kami atas nama masyarakat Kuala Leuge berharap kepada Dinas PU Kabupaten Aceh Timur untuk segera membangun talut penahan air pasang, karena itu merupakan kepentingat umat banyak ,dan kami juga menitip harapan jangan sampai proyek tersebut digagalkan atau dipindahkan ketempat lain jika memang perencanaan awal proyek tersebut dilaksanakan di gampong kami,” kata Mantan Aktivis HMI Langsa itu.

Terkait proyek tersebut portalsatu.com belum memperoleh informasi resmi dari Dinas terkait, no telepon seluler kepala Dinas PU Aceh Timur pun dinonaktifkan, sementara Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Daerah Aceh Timur Zarliansyah, S T saat di konfirmasi juga mengabaikan panggilan masuk telepon selulernya.[]